IMG-20160712-WA0001JAKARTA TODAY– Kapolri Jendral Tito Karnavian mel­akukan pemantauan udara arus balik libur sekolah. Se­jauh ini, arus masih lancar. Namun polisi tetap bersiaga sampai malam nanti.

“Pantauan tadi lancar, arus balik juga lancar tetapi anggota kita stanby tetap sampai malam,” ujar Jendral Tito usai memantau arus ba­lik di lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan Minggu (17/7/2016).

“Nanti kita lihat di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Mu­dah-mudahan lancar,” sam­bungnya.

Sementara Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli menambahkan, untuk arus lalu lintas di Tol Cipali dan Nagreg berjalan lancar. Pen­ingkatan volume kendaraan diprediksi baru akan terjadi sore sampai malam nanti.

“Diduga sore hari dari arah Bandung yang akan ter­jadi peningkatan dikarena­kan hari libur pendek. Hari libur pendek masyarakat kembali pulang dari Band­ung ditambah arus balik yang kita prediksi masih tersisa sekitar estimasi 10% dari masyarakat yang be­rangkat, saat ini kita duga sore hari ada sedikit penam­bahan kembali arus menuju arah jakarta,” kata Boy. Boy mengatakan untuk arus lalu lintas kendaraan dari Brebes Jawa Tengah diprediksi tidak ada kepada­tan. Namun tetap ada pen­ingkatan volume kendaraan. “Tapi tidak berdampak pada kemacetan luas. Nanti cara bertindak di lapangan sudah disiapkan termasuk contra flow di depan rest area dis­iapkan. Seperti di KM 68 sampai KM 41, nanti diren­canakan ada kontra flow Tol Cikampek. Ini untuk mengu­rangi kepadatan di ruas rest area, “ terangnya.

Mabes Polri juga akan mengevaluasi kekurangan operasi Ramadaniya 2016. Dari sini, polisi akan mem­perbaiki kekurangan agar tahun depan momen mudik Lebaran lebih baik lagi. “Kapolri apresiasi kepada petugas yang telah melaku­kan operasi Ramadania dan kekurangan yang ter­jadi di operasi Ramadania ini akan dievalu­asi dan d i j a d i ­kan ba­han perbai­kan untuk kegiatan di tahun da­tang. Kira-kira seper­ti itu,” ujar Boy.

Dia men­gatakan hasil i d e n t i ­fikasi Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Kakorlantas Irjen Agung Maryoto ada ti­tik persoalan yang dijadikan bahan evaluasi oleh tingkat pusat dan daerah. Seperti halnya prasarana dan sarana infrastruktur.

“Untuk tingkat pusat berkaitan sarana dan prasa­rana jalan yang tentunya kita harapkan tahun depan akan lebih panjang sampai arah Pemalang, kemudian di ting­kat daerah yang perlu dis­elesaikan adalah bagaimana pasar tumpah, tempat-tem­pat pemberhentian restoran yang juga bisa timbulkan perlambatan arus lalu lintas dika­renakan ke­luar masuk kendaraan itu meng­g a n g g u j a l u r u t a m a , ” paparnya. (Yuska Api­tya/net)

loading...