CIBINONG TODAY – Partisipasi pemuda melalaui cara-cara kreatifitasnya akan membuat demokrasi tidak menjadi kaku. Itulah salah satu agenda Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD KNPI Kabupaten Bogor.

“Pemuda dapat membuat kreatifitas demokrasi menjadi tidak kaku,” ujar Sekertaris DPD KNPI Jawa Barat Asep Komarudin usai Rapimda, Rabu (10/4/2019).

Dia mengatakan, peran pemuda harus menjadi filter bagi masyarakat di tengah semakin tegangnya hubungan pendukung militansi dari kedua pasangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Pemahaman mengenai perbedaan-perbedaan pandangan pilihan, di tengah masyarakat serta perbedaan ideologi bisa di transfer oleh para anak muda.

“Maka pentingnya KNPI ketika perbedaan itu ada, KNPI menjadi perekatnya karena ketika (kader KNPI) aktif di KNPI kader sudah dibentuk menerima perbedaan perbedaan itu serta semua ideologi,” katanya.

Asep menyampaikan, beberapa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang dilaksanakan di berbagai daerah ternyata suara  Pemuda menjadi penentu terhadap tingkat partisipasi politik.

Namun apabila tidak di kontrol, tingginya partisipasi itu juga akan beresiko terhadap pilihan-pilihan yang berbeda.

Sebagai informasi saat ini KNPI Kabupaten Bogor tengah menjalani Rapimda untuk menentukan Musyawarah Daerah (Musda) yang nanti akan dipilih Ketua KNPI yang baru.

Rapimda berlangsung dari pukul 13.30 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB.

“Harapannya nanti dicetuskan untuk menentukan jadwal Musda dan pesertanya Musda. Kami akan siap kapan pun (pelaksanaan Musda). Kami memberikan wewenang untuk melaksanakan Musda sampai sukes,” kata Ketua Pelakasana Rapimda KNPI Kabupaten Bogor tersebut. (Iman R Hakim)

 

loading...