BOGOR TODAY – Ratusan hektar sawah di dua kecamatan Kabupaten Bogor, yakni di Kecamatan Jonggol dan Sukamakmur terancam gagal panen. Pasalnya, sumber air di sekitaran sawah, sulit ditemukan.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty mengungkapkan sebanyak 164 hektar di wilayah Jonggol dan 138 hektar di Sukamakmur diprediksi bakal gagal panen jika dalam dua pekan tak kunjung hujan.

Dengan begitu, ia mengaku bahwa Pemkab Bogor pun tidak bisa memberikan banyak bantuan untuk para petani yang akan mengalami gagal panen. Meski upaya untuk memberi bantuan berupa pompa air.

“Yang menjadi permasalahannya yaitu disana tidak ada sumber air,” kata Nurianty

Namun, pihaknya memastikan para petani di Kabupaten Bogor tidak bakal mengalami kerugian dampak dari kemarau. Karena, sebagian besar petani di Kabupaten Bogor telah terdaftar dalam asuransi tani. Sehingga petani yang terdaftar sudah di asuransikan dengan hitungan per hektar sebesar enam juta rupiah.

Kabupaten Bogor saat ini memiliki lahan sawah seluas 46.559 hektar dengan luas panen 81.660 hektarel dalam satu tahun. Sementara rata-rata produksi padi 509.119 ton.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kemarau diprediksi mencapai puncaknya pada September dan berakhir Oktober 2020. (Bambang Supriyadi)