BOGOR TODAY – Seratus lebih mahasiwa Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISIB) Universitas Pakuan terjun ke Sungai Cipakancilan dan Kali Baru untuk membersihkan sampah yang menggunung dipinggir sungai Rabu (18/9/2019).

Dari hasil sweeping para mahasiswa, terkumpul 120 karung yang berisi sampah plastik. 120 karung tersebut diangkut para mahasiswa dan ditaruh dipinggir Jalan Raya Cilebut yang nantinya diangkut oleh truk-truk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.

“Kita tergerak untuk terjun karena masalah sampah di sungai ini sudah viral ke mana-mana. Kita ingin sungai kita bersih dari sampah. Dan ini PR kita semua,” kata Dr. David Rizar Nugroho, MSi, koordinator lapangan (Korlap) mahasiswa FISIB Unpak dalam keterangan persnya.

David menjelaskan, kedatangan para mahasiwa atas arahan dari Rektor Unpak Prof. Dr. Bibin Rubini, Mpd. Rektor Unpak menaruh perhatian besar terhadap masalah sampah di Sungai Cipakancilan dan Kali Baru yang merupakan anak Sungai Ciliwung.

“Beliu meminta saya mengerahkan mahasiswa FISIB untuk bergerak segera. Sebelum kedatangan ibu Jokowi besok kita sudah bergerak,” jelas David.

Seratus lebih mahasiswa FISIB Unpak ini datang ke Posko di Cilebut Barat pukul 08.00 WIB dan diterima langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor Letkol (Inf) Harry Eko Sutrisno. Rombongan mahasiswa kemudian di pecah menjadi dua kelompok. Satu kelompok bergerak ke Desa Cilebut Barat menuju lembah Sungai Cikapakcilan.

Satu kelompok lagi bergerak ke Desa Cilebut Timur menuju Sungai Kali Baru. Dengan menggunakan karung, para mahasiswa memungut sampah-sampah plastik. Dalam sekejap terkumpul 120 karung sampah yang isinya sampah plastik.

“Problem sampah di sungai ini kompleks. Karena warga yang tinggal di pinggir sungai menganggap sungai sebagai tempat pembuangan sampah,” kata Suparno Jumar, aktifis dari tim satuan tugas naturalisasi Ciliwung Kota Bogor.

Kepada para mahasiwa, Suparno Jumar meminta agar memberikan contoh kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Mulai lah dari kita sendiri. Tekatkan danm bulatkan niat untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai. Adik-adik mahasiwa sebagai orang terpelajar mari berikan contoh yang baik,” ujarnya.

Dandim0621 Kabupaten Bogor Letkol (Inf) Harry Eko Sutrisno mengatakan problem yang dihadapi warga karena mereka tak memiliki tong sampah di lingkungannya.
“Saya sudah bicara ke Ibu Bupati Bogor. Mohon disiapkan tong sampah yang banyak untuk warga Cilebut agar mereka tak lagi memperlakukan sungai sebagai tempat pembuangan sampah,” tuturnya.

Letkol Harry mengapresiasi kepedulian mahasiswa FISIB Unpak yang mau terjun langsung ke sungai untuk melakukan sweeping terhadap sampah plastic.
“Ini mendorong agar mahasiswa dari kampus lain ikut terlibat menangani persoalan sampah di sungai,” paparnya. (Iman R Hakim)

loading...