BOGOR TODAY – Ratusan pasangan calon pengantin di Kota Bogor terancam gagal menggelar resepsi karena adanya pembatasan sosial berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) yang tengah diterapkan oleh Pemerintah Kota Bogor.

Berdasarkan data Kementerian Agama Kota Bogor di wilayah Kecamatan Bogor Tengah, terdapat 246 pasangan yang terancam menggelar resepsi pernikahan.

Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam pada Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Ade Sarmili mengatakan bahwa pernikahan masih boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah mendaftar pernikahan ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, meskipun saat ini Kota Bogor masih berstatus zona merah.

Dengan syarat, pernikahan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seperti pemakaian masker dan sarung tangan bagi pasangan dan wali. Kemudian, dalam satu ruangan proses akad nikah, hanya beberapa orang saja serta menjaga jarak.

Selain itu, sambung dia, pernikahan di luar kantor pun masih boleh dilakukan, asalkan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Dari data Kemenag Kota Bogor, pada tanggal 1 hingga 16 September nanti, tak kurang dari 246 pasangan sudah mendaftar ke KUA dan siap nikah di masa pandemi Covid-19 dalam status zona merah Kota Bogor saat ini.

Rinciannya, jumlah pasangan siap nikah terbanyak ada di Kecamatan Tanah Sareal dengan jumlah pasangan siap nikah sebanyak 75 pasangan siap nikah. Diikuti wilayah Bogor Selatan sebanyak 44 pasangan.

Berikutnya, kata Ade, sebanyak 37 pasangan siap nikah ada di Kecamatan Bogor Timur, dan wilayah Bogor Utara dengan 30 pasangan siap nikah.

“Paling sedikit ada di wilayah Kecamatan Bogor Tengah, ada 18 pasangan. Jadi total dari 1-16 September itu total perkiraan peristiwa pernikahan di luar kantor KUA ada 246 pasangan,” pungkasnya. (Bambang Supriyadi)