BOGOR TODAY – Ratusan petani di tujuh kecamatan wilayah selatan Kabupaten Bogor menerima bantuan alat-alat pertanian dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan ini disalurkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Ichsan Firdaus dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade di lapangan PPMKP, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Senin 6 Oktober 2017. Alat pertanian yang diberikan sebanyak 96 unit berupa hand tractor, pompa air, dan mesin combine.

Acara serah terima alat pertanian yang digagas Relawan Jaro Ade (RAJA) ini disaksikan pula oleh Dandim 061 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Fransisco, Kapolsek Ciawi, sejumlah Kepala Desa serta kelompok tani penerima bantuan, serta komunitas RAJA.

Selama periode 2015-2017, Ichsan Firdaus, anggota DPR RI dari Dapil Kabupaten Bogor ini, telah menyalurkan bantuan hampir ribuan unit alat pertanian maupun modal usaha bagi para petani di Kabupaten Bogor. Di antaranya hand Tractor roda dua 286 unit, pompa air 271 unit, mesin combine 24 unit, tractor roda empat 8 unit, power thrasher 8 unit, 3 mesin pakan ikan, dan corn sheller 12 unit.

Sedangkan paket bantuan permodalan, di antaranya Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP) 29 paket bantuan untuk kelompok perikanan, bantuan Kebun Bibit Rakyat untuk 24 kelompok, 6 bank pesona, dan modal usaha Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPO) untuk 26 kelompok.

Dalam kesempatan tersebut, Ichsan Firdaus mengatakan, selama ini pihaknya banyak dibantu oleh UPT, Dinas Pertanian, Jaro Ade, dan para penyuluh di lapangan. “Saya secara pribadi sangat berterimakasih kepada Jaro Ade yang banyak membantu melancarkan program pertanian di Kabupaten Bogor. Ia mampu mendobrak sekat-sekat penyaluran bantuan dari Kementerian kepada petani. Bantuan ini untuk mendorong agar petani lebih semangat. Saya titip sosok Jaro Ade pada Pilkada Kabupaten Bogor 27 Juni 2018. Ia banyak berjasa terhadap para petani,” ujarnya.

Kabupaten Bogor memiliki potensi besar di bidang pertanian. “Potensi ekspor dari Bogor besar. Khususnya komoditas ikan, kopi, dan produk holtikultura. Ini hasil keliling wilayah Kabupaten Bogor. Selain itu, peluang pasar bunga juga sangat besar ekspor ke Jepang, karena di sana bunga dibutuhkan untuk kegiatan ibadah,” katanya.

Menurut Ichsan, jika dibagi zonasi potensi pertanian wilayah selatan Kabupaten Bogor cocok untuk holtikultura, Bogor Barat untuk holtikultura dan perikanan, serta Bogor Utara untuk perikanan, dan Bogor Timur untuk pertanian padi.

Sementara Jaro Ade mengemukakan, dirinya sebagai anak petani dan pengalaman dari era bupati ke bupati serta sering membahas APBD, menilai, untuk memajukan pertanian di Kabupaten Bogor tinggal membenahi konsep, karena niat baik pemerintahnya ada.

“Hanya perlu ketegasan dan komitmen. Sektor pertanian itu harus diangani dari hulu sampai hilir. Maka ke depan Kabupaten Bogor harus membentuk BUMD pertanian dan memiliki pasar induk. Dalam mekanisme pasarnya, bisa bekerjasama dengan UMKM, hingga datang ke Jakarta itu bukan lagi bahan mentah yang menyebabkan penumpukan sampah. Soal lahan bisa dikerjasamakan dengan perusahaan untuk dimanfaatkan lahannya. Sehingga untuk modal tak perlu agunkan sertifikat lahan,” papar calon bupati Bogor ini. (Iman R Hakim)