image5.img.2048.mediumSPIELBERG– Seri kesembilan balap Formu­la 1 (F1) 2016 bakal digelar di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Minggu (3/7/2016) mendatang. Bagi pebalap Indonesia, Rio Haryanto, sirkuit ini sudah tak asing lagi baginya. Pasalnya, saat membalap di GP2 musim 2015 lalu, ia sempat jadi juara pada sesi sprint race.

Nah, saat naik kelas ke F1 mulai musim ini bersama Manor Racing, Rio menarget­kan meraih poin perdananya musim ini. Ibu sekaligus manajer Rio, Indah Pennywati mengatakan anaknya menargetkan dapat poin dan finish lebih baik dibanding rekan setimnya, Pascal Wehrlein.

“Tentu saja harapannya lebih baik dari rekan setimnya dan mendapatkan poin. Tetapi semua tergantung pada kondisi mo­bilnya. Apakah karakter mobilnya cocok dengan Sirkuit Red Bull Ring,” kata Indah.

Sebelumnya, pebalap 23 tahun ini sudah dua kali tampil di sirkuit sepanjang 4,326 kilometer, saat tampil di GP2 Series. Yang pertama pada 2014 bersama tim asal Span­yol, Addax Barwa. Sedangkan yang kedua saat bergabung bersama tim Campos Racing pada 2015 dan menang!

Rio sendiri mengaku senang dan puas dengan performa mobil MRT05 miliknya. Pasalnya, pada GP Eropa di Sirkuit Baku, Azerbaijan, Rio nyaris saja menembus kuali­fikasi kedua. Saat itu, ia menorehkan waktu 1 menit 45,665 detik, terpaut 0,1 detik dari pebalap Sauber, Felipe Nasr, yang lolos ke kualifikasi kedua.

“Ada beberapa tanda positif di Baku dan khususnya saya sangat kuat pada babak kualifikasi. Waktu lap saya hanya 0,1 detik dari kualifikasi kedua dan 2,0 detik dari Ros­berg yang menjadi pebalap ter­cepat pada kualifikasi pertama,” ujar Rio seperti dilansir Bola.com, Kamis (30/6/2016).

“Jadi di trek yang bisa kami manfaatkan untuk potensi paket kami, kami telah berhasil mengurangi kekurangan kami tahun lalu dan itu bukti semua kerja keras kami mu­lai terbayar. Bagi saya, ini semua tentang langkah demi langkah perbaikan dan saya senang ini mulai menemui titik terang,” tam­bahnya. Lalu bagaimana pandangan Rio soal performa Manor saat balapan? Menurutnya, hampir sama. Sayangnya, lanjut Rio, kadang ada hal yang tak terduga yang membuat pel­uang di depan mata bisa sirna begitu cepat.

Contohnya di Sirkuit Baku. Rio yang punya peluang menorehkan hasil bagus harus merasa kecewa karena sudah dipak­sa masuk pit pada lap pertama akibat ber­senggolan dengan pebalap Haas, Esteban Gutierrez, pada tikungan pertama selepas start. Akibatnya, pebalap kelahiran Solo, Jawa Tengah, tersebut kehilangan banyak waktu karena pergantian sayap depan dan juga ban.

Meski kecewa dengan hasil balapan di Baku, Rio Haryanto tetap merasa senang dengan kemajuan yang telah diperlihatkan tim dan dirinya sendiri. “Tim melakukan pekerjaan yang besar dan saya senang dengan kema­juan saya sendiri,” tuturnya. (Ri­shad/Net)

loading...