CIBINONG TODAY – Direktur Utama PD Pasar Tohaga non aktif, Romli Eko Wahyudi menjelaskan, status sehat yang didapat perusahaannya tersebut, bisa didapatkan setelah mendapatkan nilai minimal sebesar 65. “Saya masuk tahun 2014, saat itu nilainya 36, lalu 55, 59, 59,5 dan saat ini kita dapatkan nilai 66,5 dimana nilai minimal untuk menjadi sehat itu 65,” ungkap Romli.

Dengan keuntungan yang selalu melebihi target, kini PD Pasar Tohaga memutar otak agar memiliki kantor sendiri. Romli menegaskan, pembangunan ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor melainkan hasil dari kerjasama dengan pihak ketiga.

Saat ini, sambung dia, bersama dengan pihak ketiga posisinya sedang merevitalisasi Pasar Parungpanjang yang dimana keuntungannya selalu bentuk uang yang diberikan secara tunai ke perusahaan.

“Nah kami melihat saat ini sudah sanggup mengoperasionalkan perusahaan sendiri dengan pendapatan kita. Kalau uang ini dibagikan ke perusahaan dan menjadi untung, maka baru dibagi dengan pemda 55 persen. Kalau begitu terus, saya yakin kita tidak akan punya kantor. Makannya kami minta keuntungannya dibangunin kantor saja,” jelas Romli.

Dia memastikan ini tidak melanggar aturan. Pihaknya pun telah membuat peraturan untuk kelancaran pembangunan kantor tersebut yang telah ditandatangani semua jajaran direksi pada Maret 2019 yang pada akhirnya disetujui oleh pihak ketiga.

“Tapi DED (Detail Engineering Design) nya dari kami. Sehingga hitungan kami kalau lancar satu tahun sesuai perjanjian, itu bisa selesai sama mereka. Jadi Pasar Parungpanjang dibangun, kantor kami juga dibangun,” ungkap Romli. (Firdaus)