CIBINONG TODAY – Permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Bogor masih belum usai. Meski selalu memasukkan program pembenahan RTLH setiap tahunnya, hingga saat ini keberadaan rumah tersebut masih lah banyak.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengaku akan melakukan pembangunan tak kurang dari 5.600 rumah. Jumlah itu adalah bukti dimana permasalahan RTLH di Bumi Tegar Beriman tak jua usai.

Masih banyaknya RTLH di Kabupaten Bogor ini juga diakui Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPPP), Juanda Dimansyah. Menurutnya, sekitar 5.600 RTLH yang harus diselesaikan tahun 2020 ini terdapat di semua kecamatan, termasuk Cibinong sebagai ibu kota Kabupaten Bogor.

“Tahun ini kita punya target untuk 5.600-an RTLH. Alokasinya untuk semua desa di Kabupaten Bogor. Kalau di rata-rata ada sekitar 8 RTLH yang akan dibenahi di setiap desa,” kata Juanda.

Ia merinci, untuk anggaran yang digunakan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor mengalokasikan untuk sebanyak 3.600-an rumah. Selain itu, ada pula bantuan dari Pemprov Jawa Barat sebanyak 800-an dan dari pusat sekitar 1.000-an RTLH.

Sementara besarannya, sambung Juanda, APBD Kabupaten Bogor mengalokasikan sebesar Rp15 juta per satu rumah. Jumlah ini diakuinya meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp10 juta per satu rumah.

“Kalau yang dari Pemprov Jabar sama pemerintah pusat itu lebih besar. Mereka mengalokasikannya sekitar Rp17,5 juta per satu rumah,” ungkap Juanda.

Namun Juanda menyebut ada pengecualian untuk penerima RTLH di lokasi-lokasi bencana yang terjadi awal tahun di beberapa kecamatan. Yakni Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Sukajaya dan Kecamatan Nanggung. Di sana, kata dia, ada sekitar 1.000-an unit RTLH yang akan direalisasikan prioritas.

“Itu untuk RTLH yang memang ada di lokasi bencana. Kan disana ada yang terdampak ada yang tidak. Diluar yang masuk kategori rusak berat, ringan dan sedang yang sudah jelas diatur untuk bantuannya. Ini mah kan ada rumah yang RTLH tapi ada disana. Diluar 4.117 rumah terdampak bencana yang sudah didata,” jelas Juanda.

Ia pun memastikan pembenahan RTLH di Kabupaten Bogor selain soal anggaran, juga tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Bupati Bogor. “Untuk SK nya sedang diperoses,” kata Juanda. (Firdaus)

loading...