BOGOR TODAY – Setelah adanya intruksi Karantina Wilayah Parsial (KWP) dan pembentukan RW Siaga Corona di setiap kelurahan di Kota Bogor, para lurah pun langsung bergerak melakukan sosialisasi kepada pengurus RW-nya masing-masing.

Dari 68 kelurahan di Kota Bogor, nampaknya Kelurahan Pakuan yang sudah terlihat mengaktifkan RW Siaga Corona. Pengaktifan RW Siaga Corona itu pun dibuktikan dengan menutup sebagian akses jalan keluar masuk menggunakan portal, seperti halnya di RW 06.

Lurah Pakuan, Arief Hidayat mengatakan, bahwa di wilayahnya memiliki tujuh RW. Dari tujuh RW itu, yang sudah mulai aktif ialah wilayah RW 06.

“Insya Allah kedepan semuanya diberlakukan Karantina Wilayah Parsial dan RW 06 menjadi percontohan bagi RW-RW lain yang ada di wilayah kami,” kata Arief saat di konfirmasi Bogor Today melalui pesan singkat, Rabu (1/4/2020).

Arief menjelaskan, bahwa Karantina Wilayah Parsial dengan lockdown itu berbeda, sebab pemahaman karantina wilayah parsial itu tidak menutup semua akses keluar masuk, artinya masih ada pintu-pintu yang masih di buka sebagai pemantauan, sedangkan lokcdown pengertiannya tutup total bahkan warganya tidak boleh keluar.

“Jadi pemahaman tentang karatina wilayah parsial, intinya bukan lock down. Jadi pembentukan RW siaga dimaknai di mana akses masuk warga di wilayah rw setempat itu satu pintu guna memudahkan kontrol warga pendatang maupun warga pribumi yang aktifitas kesehariannya keluar rumah. Dan pada saat dia masuk atau pulang ke rumah melalui satu pintu masuk disanalah peran RT RW dan pemuda serta elemen yang lain melakukan sterilisasi, sesuai SOP protokol kesehatan agar pada saat dia masuk ke wilayahnya berharap tidak membawa virus dari luar,” jelasnya.

Sementara, Ketua RW 06 Upang Supardi mengatakan, penutupan akses jalan di wilayahnya itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang sedang marak di mana-mana. Sedangkan pintu masuk dan keluar yang di tutup ada 3 pintu, karena dinilai rawan akan adanya virus tersebu.

“Kalau yang rawannya 3 pintu kang, di antaranya di wilayah RT 1, deket royal satu pintu khusus RT keluar masuk jadi satu titik. Kalau yang RT 2, 3 dan 4 karena berdekatan jalan satu arah yang kedepan mesjid. Tujuannya supaya kita terhindar dari corona,” katanya.

Dari penutupan akses tersebut, pihaknya juga akan membagi tugas dengan pengurus RT dan pemuda yang ada di wilayahnya. “Kalau ada tamu dari luar harus datang dulu ke RW Siaga Corona, biar tujuannya mau apa kepentingannya. Intinya saya ingin benar-benar melindungi warga biar terhindar dari penyakit ini,” pungkasnya. (Heri)

loading...