BOGOR TODAY – Polres Bogor Kota mengamankan ratusan pelajar Bogor yang hendak ikut demo ke Jakarta. Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser mengatakan satu pelajar ditetapkan sebagai tersangka karena diketahui membawa senjata tajam.

“Iya celurit satu buah, satu orang (tersangka). Kita proses hukum karena sudah masuk proses kriminal. Sudah proses,” kata Hendri, Senin (30/9/2019).

Namun, Hendri tidak dapat menyebutkan secara rinci nama dan nama asal sekolah siswa tersebut. Ia mengatakan siswa itu dijerat UU Darurat No 12/1951.

“Iya (tersangka), dijerat UU Darurat 12 Tahun 1951,” ujarnya.

Hendri menjelaskan seluruh pelajar yang sebelumnya diamankan di Polres Bogor Kota, sudah diperbolehkan pulang. Para pelajar diperbolehkan pulang setelah didata. Selain itu pihak sekolah serta orang tua juga telah dipanggil.

“Iya sudah pulang, kita kan sifatnya mengamankan agar mereka tidak terprovokasi untuk ikut ke Jakarta. Kita lebih banyak ke sifat preventif karena kita sayang sama mereka (pelajar),” tutur Hendri.

Ia mengatakan para pelajar yang diamankan merupakan anak-anak di bawah umur. Hendri menyebut mereka belum memiliki konstitusi untuk ikut aksi unjuk rasa.

Hendri pun mengatakan polisi masih akan melakukan pengamanan. Bila ditemukan ada pelajar yang hendak ke Jakarta, maka akan dibawa ke Polres Bogor Kota untuk dibina dan didata.

“Tetap akan dibina. Sampai malam nanti, besok, masih akan dilakukan pengamanan. Nanti akan dilihat lagi perkembangannya, karena berkaitan informasi intelejen di luar. Tapi secara umum operasi ini tetap berlangsung. Kegiatan sekarang ini, sampai dengan pelantikan Presiden, merupakan bagian dari Operasi Mantap Brata di kepolisian,” pungkasnya. (net)

loading...