BOGOR TODAY – Menumbuhkan minat baca kepada anak sedari dini sangat penting untuk membantu perkembangan daya pikir dan imajinasinya. Apalagi pada usia 0 hingga 2 tahun atau yang sering disebut sebagai masa keemasan, di saat sel-sel saraf otak anak berkembang paling pesat sehingga harus diisi dengan berbagai informasi dan stimulasi.

Namun sayangnya, banyak orang tua yang justru lebih dulu memperkenalkan gawai kepada buah hatinya dengan alasan merasa proses pembelajarannya lebih mudah, terlebih banyak anak yang duduk ‘anteng’ ketika diberikan gawai.

Nah, melihat hal kondisi itu, warga Kampung Padabeunghar RT04/09, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor atau lebih dikenal dengan Kampung gambar mendirikan sebuah bangunan semi permanen bernama saung baca.

Tak lain tujuannya untuk menumbuhkan atau memikat anak-anak sekitar lingkungan agar mau belajar bersama dan lebih mengenal literasi dengan cara yang menyenangkan.

Menurut pengurus kampung gambar, Napi Yudin atau biasa disapa bang Napi menuturkan bahwa bangunan berukuran kurang lebih 3×2 meter tersebut didirikan hasil dari swadaya warga. Pun buku- buku yang terpajang di area saung merupakan 90 persen hasil sumbangan warga, namun ada pula beberapa relawan turut memberikan.

Selain buku-buku pelajaran, ada pula buku cerita rakyat hingga buku sejarah Indonesia. Sehingga mereka dapat menambah ilmu

“Jadi dengan adanya buku cerita rakyat atau sejarah Indonesia, anak-anak jadi lebih tahu. Misalnya cerita Malin Kundang yang di dalamnya memberikan pesan positif, seperti bagaimana harus patuh terhadap orangtua dan lainnya,” terang Napi Yudin selaku pengurus kampung gambar. (Bambang Supriyadi)