building-construction-imageBEBERAPA konsultan properti melihat potensi besar pasar properti di kota penyangga. Salah satunya konsultan properti Coldwell Banker Commercial Indonesia, menyebutkan Sawangan Depok adalah pasar properti yang tepat untuk pertumbuhan properti residensial atau perumahan dan pusat ritel seiring pembangunan akses jalan tol Depok- Antasari (Dasari).

Direktur Coldwell Banker Commer­cial Strategic Ad­visory, Tommy H Bastamy, men­gungkapkan, Sawangan De­pok dapat menjadi salah satu daerah favorit masyarakat untuk membeli atau berin­vestasi di perumahan atau apartemen, termasuk prop­erti komersial seperti ruko dan ritel. Selama ini, pusat pertumbuhan properti di Depok masih didominasi daerah Margonda.

“Sawangan Depok itu masih prospek dengan res­idensial atau perumahan, juga ritel seiring pemban­gunan dan pengembangan akses jalan tol Depok-Antasa­ri. Infrastruktur ini akan menjadi trigger buat Sawan­gan untuk berkembang,” ujar dia saat Konferensi Pers di Hotel Le Meridien, Jakar­ta, Selasa (12/6/2016).

Tommy mengakui, untuk properti lain yakni perkan­toran dan hotel, kota Sawan­gan Depok masih membu­tuhkan rangsangan untuk menumbuhkan sektor terse­but. Misalnya saja ada relokasi perusahaan besar dari daerah lain ke kota Sawangan, maka akan memunculkan bisnis-bis­nis lain di daerah itu. Jika pu­sat bisnis tumbuh, maka hotel pun tidak menutup kemungki­nan akan terbangun.

“Jadi Sawangan perlu di create untuk menimbulkan multiplier effect ke properti lain, seperti perkantoran dan hotel. Tapi untuk saat ini lebih ke arah perumahan mulai dari yang high sampai low, serta komersial dan ri­tel,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Pres­iden Coldwell Banker Com­mercial Strategic Advisory Indonesia, Dani Indra Bha­tara mengatakan, pemban­gunan infrastruktur tol akan berdampak signifikan ter­hadap pertumbuhan pasar properti dan kenaikan harga tanah dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini bisa ter­jadi di Sawangan, Depok.

“Yang kita amati, kalau dibangun tol atau akses in­frastruktur lain, maka harga tanah perumahan bisa mel­onjak 20 hingga 30 persen dalam waktu 10 tahun. Jadi misalnya sebelumnya harga tanah cuma Rp 1 juta bisa jadi Rp 10 juta per meter dalam kurun 10 tahun,” tutur dia.

Dani mengungkapkan, ka­wasan Serpong, Alam Sutra, Bekasi dan Sentul menjadi contoh daerah-daerah yang terimbas besar dari pemban­gunan infrastruktur. “Paling tinggi itu alam sutra, harga tanahnya dalam waktu 10 ta­hun naik sangat tinggi sam­pai 30 persen per tahun,” kata Dani. (Net/*)

 

loading...