Untitled-2BOGOR, Today – Untuk melestarikan kebu­dayaan milik Indonesia, Sekolah Dasar Neg­eri (SDN) Polisi 4 mengajarkan anak-anak didiknya bermain kelom batok (tempurung kelapa). Kelom batok yang juga kaulinan khas tadisional milik Indonesia ini ternyata tidak hanya membuat mereka tersenyum, permainan tempurung ini juga dapat me­nyehatkan jasmani mereka.

Permainan kelom batok ini tidak jauh bedanya dengan permainan atau mainan egrang atau jajangkungan. Cara memain­kannya adalah mengatur keseimbangan serta ketahanan tubuh. Kelom atau pijakan dibuat dari tempurung (batok) kelapa yang dibelah menjadi dua.

Umumnya tempurung kelapa yang digunakan adalah tempurung dengan di­ameter besar dan sudan tua. Tempurung kelapa yang sudah mengering dibagi dua dan bagian tengahnya diberi lubang untuk dipasang tali yang terbuat dari serat pohon pisang atau tali ijuk muda. Pemilihan se­rat pohon pisan ataupun serat ijuk muda, selain lentur dan kuat, juga memudahkan pemainnya untuk memainkan kelom batok.

Cara memainkannya tidak jauh berbeda dengan permainan egrang ataupun jajang­kungan, yang membedakan adalah, pada permainan kelom batok tumpuan selain pada bagian kaku (pijakan) juga pada tan­gan ( tali pegangan).

Karena tali selain berfungsi sebagai pegangan juga sebagai kendali mengatur naik turunnya kaki. Seperti halnya per­mainan egrang atau jajangkungan, kelom batok dimainkan sebagai adu ketahanan, fisik juga strategi, Hal yang paling menarik dari permainan kelom batok bukan hanya kepiawaian saat mengatuk keseimbangan tubuh maupun kekuatan fisik, tetapi juga dari unsur suara yang dihasilkan tempu­rung kelapa saat dimainkan. Semakin nyar­ing suaranya dan membuat harmoni nada, itulah pemain yang terbaik.

(Latifa Fitria)

loading...