151004pon-105669-idcmsJAKARTA, Today – Sepanjang tahun 2015 sepakbola Indonesia sunyi dengan tidak ad­anya kompetisi. Keadaan tak juga membaik hingga FIFA memutuskan untuk memberikan suspensi kepada Indonesia karena intervensi pemerintah.

Sementara negara lain di kawasan Asia Tenggara terus berpikir untuk memajukan kompetisi mereka. Bahkan Timor Leste yang notabene masih di bawah Indonesia kini mu­lai menggeliat dengan merancang kompetisi mereka.

Beberapa pemain Indonesia pun membi­dik luar negeri sebagai destinasi, Malaysia dan Timor Leste jadi sasaran pesepakbola dalam negeri belakangan ini. Hal itu pun dikatakan sekjend PSSI Azwan Karim merupakan hal yang wajar.

“Negara lain di kawasan Asean, Asia bah­kan dunia sudah entah ke mana, struktur liga di Timor Leste sudah mulai terbentuk, anak anak kita pun milih untuk ke sana karena dekat. Maka tidak bisa kita salahkan,” kata Azwan.

Kini Indonesia masih berusaha untuk lepas dari jerat sanksi FIFA agar tak lagi di­kucilkan dari pentas internasional. Namun menurut Azwan, seumpama suspensi be­rakhir masyarakat harus lebih realistis ketika menuntut prestasi di ajang terdekat.

“Ketika seumpama nanti suspensi dicabut maka agenda terdekat ada Piala AFF, SEA Games dan Asian Games, tapi saya rasa kita tidak bisa berharap terlalu tinggi meski be­mimpi boleh saja,” tuturnya.

“Ketika (misalnya) ditanya rival terdekat Thailand dan Malaysia, saya rasa Thailand harusnya dicoret karena mereka levelnya su­dah jauh di atas. Harus jadi kesadaran semua orang, bahwa negara lain di luar sana sudah entah ke mana,” tandas Azwan.

Banyak Pemain Hengkang

Setelah Srdan Lopicic hijrah ke Liga Malay­sia, kini Pusamania Borneo FC mesti kehilan­gan bek veteran mereka, Hamka Hamzah. Kapten tim Pesut Etam selama gelaran Piala Jenderal Sudirman tersebut rencananya akan mengadu nasib ke negara lain.

Kondisi sepakbola nasional yang tak kun­jung memberikan sinyal positif, membuat be­berapa pemain level atas tanah air mencoba peruntungan lain.

Jika banyak pemain Indonesia yang heng­kang ke Liga Malaysia, namun Hamka memi­liki pilihan yang berbeda.

Eks pemain Persija Jakarta itu dikabarkan akan menjajal ketatnya persaingan di Liga India. “Kabarnya Hamka ke Liga India,” kata Media Officer PBFC, Abe Hedly.

Kabar hengkangnya pemain berusia 31 ta­hun tersebut muncul setelah dia mengunggah sebuah foto disertai kalimat perpisahan den­gan PBFC di Instagram. Hamka menuliskan rasa terima kasihnya kepada jajaran manaje­men Pesut Etam dan warga Samarinda yang telah memberikan dukungan selama ini.

“Saya ucapkan terima kasih banyak PBFC, khususnya adik saya Nabil Hussein, dan ma­syarakat Samarinda yang selalu percaya den­gan saya. Saatnya saya berpamitan,” tulis Hamka.

Hamka sendiri bukanlah pemain yang minim pengalaman bermain di luar negeri. Beberapa musim lalu dia sempat mengadu nasib di Negeri Jiran dengan bermain bersama PKNS FC.

Hingga saat ini memang be­lum ada kabar pasti di klub Liga India mana dia Hamka akan bergabung. Namun, langkah ini cukup bagus, mengingat semangatnya untuk berkarir di luar neg­eri bisa diharapkan menu­lar kepada generasi muda.

(Imam/net)