BOGOR TODAY – Dengan berakhirnya masa PSBB transisi proporsiol pada hari ini Kamis (2/7), Pemerintah Kota Bogor akhirnya memutuskan untuk masuk ke fase Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) hingga satu bulan kedepan.

Di fase Pra AKB ini, bidang usaha transportasi, hotel dan restoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit serta sarana kebugaran diizinkan untuk beroperasi. Namun, di balik itu ada juga yang belum boleh buka oleh Pemkot Bogor, di antaranya panti pijat, spa, karaoke hingga tempat wisata kolam renang.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, ketiga sektor itu lantaran memiliki resiko tinggi penularan Covid-19 antar pengunjung.

“Yang tiga sektor itu belum kita izinkan, karena sangat beresiko tinggi terhadap penularan virus covid,” kata Bima di Balaikota Bogor, Kamis (2/7/2020).

Politisi PAN ini pun menegaskan akan menindak tegas, apabila sektor yang tidak dikecualikan itu tetap masih ngotot beroperasi selama Pra AKB diberlakukan. “Kita akan tindak tegas, entah itu penutupan sementara atau pengkajian kembali izin usahanya seperti yang sebelumnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor mengatakan tingkat penularan Covid-19 di Kota Bogor menjadi paling rendah dibandingkan daerah lain di Jawa Barat. Hal itu, kata Bima, disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. “Kota Bogor itu angka penularannya RT dan RO-nya paling rendah yaitu 0,33. Jadi mengingat kita dekat dengan Jakarta, angka ini sangat baik,” ucap Bima.

Meski begitu, Pemkot Bogor akan terus waspada karena pandemi belum berakhir. Strategi yang digunakan dalam memerangi COVID-19 juga harus tepat agar angka penularannya tetap bisa ditekan dalam jangka panjang.

“Pada prinsipnya, berperang melawan COVID ini seperti lari maraton, bukan berlari speed. Jadi perlu stamina, perlu strategi. Jadi ini bukan siapa lebih cepat, tetapi soal siapa yang bisa memiliki strategi untuk bertarung dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu Pemkot Bogor menyiapkan strategi maraton dalam mengatasi COVID ini,” ujarnya. (Heri)