Home Health Care Siasat Menu Sehat di Hari Raya

Siasat Menu Sehat di Hari Raya

0
216

Syarat-Makanan-Sehat-untuk-Ibu-HamilBIASANYA puncak kesibukan dapur adalah sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba. Para ibu sibuk mempersiapkan menu khas hidangan Lebaran. Rupa-rupa aroma masakan tercium dan menggoda lidah untuk mencicipinya.

Mulai dari opor ayam, rendang, gulai, hingga ketupat sayur. Belum lagi, kudapan manisnya, seperti tapai ketan, kolang-kaling serta kue-kue. Nastar, kastangel, brownies, cake, lapis legit juga tira­misu. Semua mulai dirapihkan, berjajar, di meja ruang tamu. Menggugah selera.

Setelah hari kemenangan itu tiba, selepas satu bulan berpuasa, aneka hidangan lezat ini bisa membuat kita lupa diri. Jika tak di­batasi, lezatnya aneka menu khas Leba­ran ini bisa merusak pola makan yang telah diatur selama satu bulan berpuasa.

Siapapun harus waspada, dan diperlukan kebijakan berpikir sebelum menyan­tapnya. Sebab, semua makanan yang terhidang di hari Lebaran tersebut, umumnya mengandung lemak dan kalori yang sangat tinggi. Jika tak disiasati, efeknya, bisa tak baik untuk kes­ehatan.

Bukan hanya berat badan yang melon­jak saat Lebaran be­rakhir. Spesialis pe­nyakit dalam dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH bahkan me­nyatakan, banyak pe­nyakit kronis mengintai karena faktor atau penga­ruh hidangan Lebaran.

Mereka yang tak mam­pu mengontrol makanan dengan baik saat Lebaran, maka penyakit kronis rent­an meningkat, seperti hiperten­si, kolesterol, asam urat, serta gula darah yang tak terkontrol.

Bukan hanya itu, ketika puasa, tubuh tak menerima banyak asupan makanan. Namun ketika puasa usai, keing­ingan seseorang untuk mengkonsumsi makan­an berlemak dan berkolesterol tinggi meningkat saat Lebaran. Maka tak jarang, banyak orang mend­erita diare saat hari raya.

“Ini karena mereka terlalu banyak makan yang menyebab­kan perut menjadi kaget untuk mencerna.”

Penyebabnya memang diakui karena makanan. Namun, penyakit kronis dan berbahaya ini tidak akan terjadi jika Anda mengkonsumsi makanan dalam jumlah moderat.

Menyiasati agar penyakit kronis tak datang kata Ari sesungguhnya juga sangat mudah. Bagi penderita jantung, diabetes, kolesterol, dan hipertensi, mereka dapat mengkonsumsi sayur dan buah lebih banyak. Mengapa? Ini karena asupan buah dan sayur bisa menciptakan rasa kenyang lebih lama. Jadi, ketika tergoda menikmati menu khas Lebaran, Anda pun bisa mengontrol dan mengenda­likannya.

“Sayur dan buah bisa menyerap kolesterol dan gula lebih cepat dalam usus, sehingga penumpukannya tak akan cepat terjadi,” kata Ari. Ia pun mengin­gatkan, bukan hanya makanan khas Lebaran yang bisamenimbulkan penyakit.

Tetapi, jajanan tak sehat yang ban­yak dikonsumsi pasca Lebaran sep­erti bakso, mie ayam dan lainnya, juga berkemungkinan menye­babkan diare. Untuk itu, hindari pula makanan tersebut dan jangan dikonsumsi terlalu banyak. Latifa Fitria

Agar kondisi kesehatan tubuh lebih terkontrol, disarankan pula melaku­kan check-up kesehat­an. Ini penting bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes, kolesterol, hipertensi dan sakit jantung. Tapi bagi yang sehat, dianjurkan pula men­jalani puasa syawal, agar asupan makanan yang berlebih bisa ter­kontrol kembali.

Tips masak sehat

Untuk menyiasati agar hidangan khas Lebaran lebih sehat, Chef Gungun Chandra, juga punya solusinya. Berikut tipsnya:

-Untuk membuat opor ayam yang lebih sehat, buang kulitnya. Diyakininya, kulit ayam mengandung lemak lebih banyak dibandingkan bagian ayam yang lain­nya.

-Untuk membuat masakan daging, pili­hlah daging tanpa lemak untuk membuat ren­dang.

-Lebih baik jika Anda memasak hidangan Lebaran untuk satu hari saja, karena terlalu sering menghangat­kan makanan akan menyebabkan rusaknya nutrisi yang terkan­dung dalam makanan tersebut.

-Anda bisa mengganti beras merah untuk membuat ketupat, karena beras merah mengandung rendah kalori dan serat yang lebih banyak dibandingkan beras putih.