BOGOR TODAY Proses uji kompetensi telah dilaksanakan di SMKN 1 Kota Bogor. Namun tahun ini ada yang berbeda. Sebab, SMKN 1 Bogor telah lolos bahkan ditunjuk secara langsung untuk menggelar program Lembaga Sertifikasi Profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Proses penerapan praktiknya tak hanya dilaksanakan di lingkungan sekolah, bahkan hingga uji praktik di luar sekolah, di antaranya dalam bus.

Hal tersebut diungkapkan Humas SMKN 1 Bogor, Nani Maryani. Ia menuturkan, ada empat program keahlian yang telah melaksanakan LSP P1 BNSP. Dengan materi yang diajukan berasal dari Standar Kompetensi Keahlian Nasional Indonesia (SKKNI) yang mengacu pada kurikulum.

Namun ada pengembangan dalam SKKNI, di mana proses kegiatannya dinamakan assessment atau pengujian para guru yang telah melalui proses diklat (asesor) terhadap asesi atau siswa.

“Setelah lulus dan dinyatakan kompeten, peserta bisa bergabung pada perusahaan tingkat nasional bahkan ASEAN. Mereka nantinya tak akan diuji lagi saat proses melamar, mengingat sertifikat yang mereka terima sudah berstandar BNSP dengan logo garuda emas,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Sertifikat Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) BNSP, Yusup Saepuloh, berharap para asesi atau siswa SMKN 1 Bogor lulus dengan predikat kompeten. Sertifikat BNSP ini untuk bekal mereka melamar pekerjaan setelah lulus nanti.

“Mengingat persaingan industri saat ini sangat ketat dengan zaman semakin canggih, maka harus bisa bersaing sehat dengan mengedepankan kreativitas yang ditunjang keahlian yang dimiliki,” pungkasnya. (Lintang)

loading...