SLEMAN TODAY – Enam pembina pramuka SMPN 1 Turi telah menjalani pemeriksaan pihak kepolisian karena bertanggungjawab pada tragedi susur sungai di Sempor, Donokerto Turi Sleman, yang menewaskan sembilan muridnya.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menetapkan tersangka kepada para pembina pramuka sekolahan tersebut.

“Sangat mungkin jadi tersangka, tapi berapa dan bagaimana belum bisa disampaikan. Kita harus lakukan pemeriksaan secara detail dan hati-hati,” ungkap Yuliyanto.

Tak hanya pembina, polisi juga menggali keterangan dari Kwartir Daerah Pramuka untuk mengetahui secara detail prosedur standar penyelenggaraan acara luar ruangan.

“Kami sudah lakukan pemeriksaan pada beberapa orang diantaranya dari Kwartir tentang SOP kegiatan pramuka yang punya risiko tinggi. Kita juga sudah periksa pembina pramuka, sudah ada enam orang. Untuk hasilnya belum bisa kami sampaikan,” katanya.

Sebelumnya, kegiatan susur sungai siswa SMPN 1 Turi pada Jumat (21/2/2020) kemarin yang diikuti oleh 249 siswa berujung tragedi. Para siswa dilaporkan hanyut dan hilang tenggelam di Sungai Sempor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman.

Hingga pukul 13.35 WIB siang ini, dilaporkan 239 siswa selamat, sembilan siswa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu masih dalam pencarian. (net)

loading...