alfian mujaniTAFSIR atas perilaku seseorang itu bisa bermacam-macam. Biasanya, yang paling benar adalah apa yang dinyatakan oleh pelaku­nya sendiri. Biasakan untuk menerima apa yang dikatakan oleh orang lain. “Bagaimana kalau pelaku itu ber­bohong atas makna asli dari perilakunya?” Jawabannya, itu urusan dia dengan Tuhan.

Ada kisah yang bisa disimak. Seorang suami memeluk isterinya erat-erat, berjalan menyusuri mall. Setiap akhir pekan si suami itu rajin mengantar isterinya ke mall. Ham­pir semua tetangganya sepakat bahwa sang suami adalah suami teladan. Satpam dan penjaga toko yang sering melihatnya berdua berpelukan itu menjulukinya sebagai pasan­gan yang romantis.

Suatu hari ada seorang satpam mall yang penasaran bertanya, “Mengapa Bapak selalu memeluk erat isteri setiap keliling di mall ini? Mesra banget.” Sang suami men­jawabnya dengan berbisik: “Ssssst, itu ku­lakukan agar isteriku tak berbelanja. Kalau kulepas, pastilah dia keliling sendiri, belanja, dan menghabiskan duit.”

Tafsir kebanyakan orang ternyata tak sama dengan yang dimaksud pelaku. Hati-hati berprasangka.

loading...