Home Health Care TANAM BENANG AMAN ATAU TIDAK?

TANAM BENANG AMAN ATAU TIDAK?

0
302

tanambenangSetiap wanita tentu ingin memertahankan kecantikan wajahnya lengkap dengan kulit kencangnya. Tak heran, banyak wanita yang melakukan berbagai cara untuk mengusir kerutan dan kulit kendur.

Oleh : Calviano Nathanael
[email protected]

Salah satu perawatan kecantikan yang cukup digemari belakangan ini adalah tanam benang atau thread lift, yaitu terapi mengencangkan wajah dengan memasukkan benang di bawah kulit.

Perawatan kecantikan untuk menyempur­nakan bentuk wajah ini banyak peminatnya, kare­na dilakukan dengan proses non bedah dengan waktu penyembuhan yang singkat dan diyakinni memberi hasil tahan lama. Selain itu, dibanding­kan dengan face lift, harganya pun lebih murah.

Sayangnya, menurut dr. Enrina Diah, SpBP-RE, spesialis bedah plastik Ultimo Aesthetic & Dental Center, prosedur tanam benang ini bisa dikatakan tidak aman, karena memiliki berbagai risiko.

“Risiko tanam benang ini bermacam-macam, mulai dari tidak adanya perubahan pada wajah pasien, wajah menjadi asimetris, muncul jaringan parut, benang terlihat di bawah kulit, bahkan bisa keluar melalui kulit, hingga adanya infeksi,” jelas dr. Enrina.

Prosedur tanam benang dilakukan dengan cara memasukkan benang yang bisa diserap ataupun yang tidak bisa diserap tubuh.

Benang dimasukkan ke bawah kulit wajah. Nantinya, benang akan membentuk struktur per­manen dan merangsang produksi kolagen, yang daapat membuat wajah menjadi lebih kencang.

Efek lifting akan maksimal beberapa bulan setelah tanam benang, setelah kolagen terben­tuk di sekitar benang.

“Namun, untuk sampai di tahap ini, wa­jah tak boleh banyak bergerak. Ini enggak mungkin, pasti bergerak saat makan, saat berbicara. Ini salah satu faktor yang me­nyebabkan thread lift tidak efektif,” kata dr. Enrina.

Menurut Enrina, thread lift hanya mereposisi jaringan lunak wajah bagian luar, tanpa memerbai­ki kelebihan kulit atau struktur yang lebih dalam.

Risiko yang paling berbahaya dari peletakan benang adalah potensi terjadinya kecacatan pada wajah. Jika ini terjadi, face lift harus dilakukan.

“Jika ini terjadi tentu bukan hanya kerugian materi, tapi juga psikologis. Pa­dahal, tidak ada jaminan apapun jika ter­jadi sesuatu setelah tanam benang. Uang tidak bisa kembali dan tidak ada perbai­kan,” jelas dr. Enrina.

Seiring pengakuan para selebriti dan so­sialita wanita yang melakukan prosedur tanam benang untuk mengencangkan dan menghilangkan keriput pada wajah, ternyata memotivasi wanita lainnya mengaplikasikan tindakan bedah kosmetika serupa.

Memang benar, dibandingkan operasi plastik, prose­dur ta­nam bena­ng cenderung harganya lebih terjangkau. Na­mun, menurut dr Silfia Betty dari klinik kecantikan Miracle, dan dr Si­anne Wibowo, men­gatakan bahwa sebe­lum memutuskan untuk melakukan tanam benang, sebaiknya kumpulkan infor­masi sebanya-banyaknya mengenai prosedur terkait.

Sebab, menurut kedua dokter tersebut di atas, peminat prosedur ta­nam benang jumlahnya terus meningkat seir­ing kebutuhan wanita yang mendambakan penampilan pipi yang lebih tirus dan dagu yang lancip, bak para aktris Korea Se­latan.