IMG-20151027-WA0001Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Ya, pepatah tersebut rupanya sangat dialami oleh ibu rumah tangga asal Bogor, Imelda Lisnawati. Dari hobinya memasak, Imelda mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang lumayan. Terbaru, ia membesut usaha sambal tradisional yang ia kreasikan sendiri dengan brand ‘Sambel Ibu Kribo’. Apa yang spesial? Berikut ulasannya.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Berbeda dengan sambal keban­yakan, Sambel Ibu Kribo besu­tan Imelda ini memang sangat spesial dan cukup mengugah selera, terlebih bagi pecinta pedas. Menggunakan bahan baku pilihan dan berkualitas, seperti kecombrang atau honje hingga cabai super pedas atau yang bi­asa dikenal dengan julukan cabe jablay.

“Awalnya memang saya senang masak, entah kue dan lain-lain. Terus saya berpikir untuk buat makanan unik tapi dengan meng­gali bahan bumbu tradisional. Saya in­get orangtua saya kalau masak pakai kecombrang dan rasanya memang enak dan wangi. Akhirnya saya pilih diaplika­sikan dengan sambal,” ungkap ibu tiga anak kelahiran Bogor, 19 September 1973 itu.

Tidak sekedar sambal biasa, Imleda pun menambahkan lauk pelengkap berupa ikan teri agar konsumen bisa dengan mudah menyantapnya meskipun hanya dengan sepiring nasi hangat plus kerupuk. Terlebih kemasannya cukup mewah dan praktis karena menggunakan jar atau toples kaca dengan kapasitas 160 gram.

Tak butuh waktu lama bagi Imleda dalam men­arik minat konsumen terhadap produk sambalnya. Bermodal Rp100 ribuan, Imelda pun membrani­kan diri untuk membuat sambal untuk dites pasar. Tangan dinginnya itu kemudian membuat sambal buatan Imelda ini mudah diterima pasar.

“Saya melihat orang Sunda itu suka pedas tapi harus ada asin-asinnya. Makanya saya masukan teri dalam Sambel Ibu Kribo ini. Ternyata kompo­sisinya pas. Saya trial ke temen-temen langsung suka. Tapi ada yang bilang kepedesan, ada yang bilang juga kurang pedas. Akhirnya saya ambil ten­gah-tengahnya karena kalau terlalu pedas orang nggak bisa menikmatinya,” jelasnya.

Imelda memulai usahanya belum lama, tepat­nya pada 20 Oktober 2015. Namun dalam seming­gu, ia mampu menjual 100 cup. “Saya banderol Rp35 ribu per jar. Pemesanan tidak hanya di Bogor, tapi sudah sampai Solo dan Bali,” imbuh pehobi travel itu.

Untuk pemasaran, Sambel Ibu Kribo masih me­manfaatkan sosial media seperti Instagram, What­sApp, Path dan Line. “Sebetulnya hanya iseng ma­sukin foto di Instagram, eh ternyata banyak yang pesen. Bahkan sampai kewalahan,” ceritanya.

Ke depan, Imelda memiliki obsesi untuk mem­besarkan usahanya itu. Selain via online, ia juga in­gin mendirikan outlet sehingga Sambel Ibu Kribo bisa menjadi oleh-oleh khas Bogor. “Ada beberapa konsumen saya yang bawa sambel ini untuk trav­elling ke luar negeri. Karena kemasannya praktis ready to eat dan bisa bertahan hingga satu bulan,” kata dia.

Bagi yang penasaran seperti apa rasa meng­gugah selera Sambel Ibu Kribo bisa diintip di akun instagram @ibukribo atau @imell1909. Bisa juga via WhatsApp 081290178970. (*)