bhlJakarta, Today – Ada ibu yang memilih tidur satu kasur dengan bayinya dan ada pula yang memilih tidur terpisah dengan si kecil. Nah, baru-baru ini, studi yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa tidur satu kasur dengan bayi juga bisa me­ningkatkan motivasi ibu untuk menyusui.

Seperti dikethaui, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ibu me­nyusui ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan dan dilanjutkan sampai usia 2 tahun dengan ditambah makanan pendamp­ing ASI (MPASI). Untuk studi ini, peneliti menggunakan data yang dikumpulkan dalam penelitian di Inggris sebelumnya yang melibatkan 870 ibu baru sejak mer­eka hamil trimester kedua.

Selama 26 minggu setelah melahirkan, ibu diminta mengisi kuisioner mingguan melalui telepon. Dalam kuisioner itu, mer­eka memberi informasi tentang frekuensi menyusui dan aktivitas tidur di satu ka­sur dengan bayinya, setidaknya satu jam dalam seminggu terakhir. Secara keselu­ruhan, 44 persen ibu jarang tidur bersama bayi, 28 persen hanya kadang-kadang saja, dan 28 persen ibu lainnya sering tidur satu kasur dengan bayinya.

“Ibu yang sering tidur bersama bayinya masih menyusui setelah usia bayi enam bulan. Ibu yang kadang-kadang saja tidur bersama bayi menyusui sampai bayi usia sekitar 5,5 bulan dan yang jarang tidur dengan bayinya, rata-rata menyusui sam­pai usia bayi 3 bulan,” tutur pemimpin stu­di yang juga direktur Parent-Infant Sleep Lab di Durham University, Helen Ball.

Dikuti dari Fox News, para ibu yang sering tidur bersama bayinya juga menun­jukkan motivasi lebih untuk menyusui se­lama periode perinatal. Sementara, Amy Brown, profesor kesehatan masyarakayt di Swansea University mengatakan rutin me­nyusui tiap dua jam, termasuk di malam hari, penting untuk menjaga pasokan ASI.

Nah, tidur satu kasur dengan bayi bisa memudahkan ibu menyusui ketika malam hari. Namun, ia mengingatkan risiko Sud­den Infant Death Syndrome (SIDS) dan risiko bayi tidak sengaja tertimpa bantal atau tubuh orang dewasa di sampingnya yang membuat ia kesulitan bernapas. Brown menyarankan bagi ibu yang san­gat gemuk, mengonsumsi obat penenang, atau sangat kelelahan baiknya tidak tidur satu kasur dengan bayi.

“Jangan lupa tidurkan bayi di posisi telentang dengan selimut ringan dan jauh­kan selimut tebal serta bantal atau guling besar darinya. Anak-anak juga baiknya ti­dak tidur bersama bayi dan bayi tidur di sisi ibu, bukan di tengah-tengah ayah dan ibu. Tidur bersama sejatinya bisa dilaku­kan asal direncanakan dengan baik dan semua orang pastinya menyadari bahwa ada seorang bayi yang tidur bersama mer­eka,” tutur Brown.

Sementara, Ball menyarankan ibu yang mengonsumsi obat tertentu dan alkohol, kemudian merokok selama hamil untuk tidak tidur satu kasur dengan bay­inya. Begitupun ketika bayi lahir prema­tur, tidur satu kasur tidak disarankan oleh Ball. Hindari pula tidur bersama bayi di sofa karena sofa yang umumnya sangat empuk bisa meningkatkan risiko bayi tertindih atau terhalangi hidungnya oleh orang dewasa

loading...