CIBINONG TODAY – Dari hasil seleksi lelang jabatan terbuka atau open bidding, ada tiga kandidat yang dinyatakan lulus. Di antaranya, Asisten Pemerintahan dan Kesra sekaligus Penjabat Sekda, Burhanudin. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Syarifah dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Deni Ardiana.

Namun, saying hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor belum juga mendapatkan pencerahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang waktu pelaksanaan pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Padahal, pemkab berharap pelantikan sekda definitif bisa segera dilaksanakan.

Wakil Bupati, Iwan Setiawan mengatakan, percepatan penetapan Sekda definitif tersebut demi lenguatan sistem pemerintahan yang akan dijalankan. Menurutnya, sekda definitif merupakan kebutuhan yang cikup mendesak di Kabupaten Bogor.

“Saya sih berharapnya (pelantikan-red) segera ya. Karena kita perlu penguatan. Kalau sekdanya masih pejabat sementara, khawatir kekuatan instruksinya, arahan ke bawahnya kurang kuat,” kata Iwan, Kamis (9/5/2019).

Lambatnya penetapan atau pelantikan sekda definitif tersebut menurutnya juga akan sangat menggangu kinerja Pemkab Bogor di bawah pimpinan dirinya bersama Bupati Ade Yasin.

Namun, Iwan mengaku Pemkab Bogor hanya bisa mendorong percepatan waktu pelantikan Sekda Kabupaten Bogor definitif. Apalagi proses open bidding telah selesai dilaksanakan.

“Open biddingnya sudah, hasilnya pun sudsh diserahkan ke pusat. Tinggal tunggu pelantikan saja. Karena hingga saat ini, belum ada juga info dari Kemendagri,” jelas Iwan.

Rekomendasi pelantikan dari Kemendagri tersebut diketahui akan menjadi acuan Bupati Ade Yasin untuk melantik sekda pengganti Adang Suptandar.

“Kita masih tunggu rekomendasi dari Kemendagri. Karena kalau hasil seleksi sudah kita serahkan,” tegas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Dadang Irfan. (Firdaus)

loading...