PEKANBARU TODAY – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau sehingga menyebabkan tiga wilayah di Bumi Lancang Kuning itu diselimuti kabut asap.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau ada 115 titik panas (hotspot) di Riau. Titik api atau hotspot di Riau tersebar di sembilan kabupaten, yakni Bengkalis 7 titik, Kepulauan Meranti 10 titik, Kampar 2 titik, Kuantan Singingi (Kuansing) 3 titik, Siak 2 titik, Rohil 8 titik.

“Hotspot terbanyak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan 37, Pelalawan dengan jumlah 32 dan Indragiri Hulu (Inhu) 14 titik,” ucap prakirawan BMKG Pekanbaru, Mia Vadilla, Kamis (22/8/2019).

Sementara untuk Pulau Sumatra jumlah hotspot yang terpantau 237 titik. Jumlah terbanyak tetap Provinsi Riau.

Disusul Provinsi Jambi dengan jumlah 60 hotspot dan Sumsel dengan jumlah 29 titik sisanya menyebar di lima provinsi lain.

Dampak kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah juga menyebabkan dampak kabut asap. Sejumlah wilayah di Riau diselimuti kabut asap menyebabkan jarak pandang terbatas.

“Jarak pandang di Pekanbaru dan Pelalawan hanyan 2 kilometer karena ditutup asap. Sementara Inhu jarak pandang karena asap 3 kilometer,” imbuhnya.

Dari pagi hingga siang kabut asap pekat masih menyelimuti Kota Pekanbaru Ibukota Riau. Bau menyengat kebakaran sangat terasa. Selain di lahan warga kebakaran juga terjadi di sejumlah areal perusahaan.

Di antaranya seperti hutan tanaman industri PT Arara Abadi, PT Bumi Siak Pusako, PT Priatama Rupat, PT Jatim Jaya Perkasa Teluk Bano II, PT Wahana Sawit Subur Indah Siak, PT Seraya Sumber Lestari Siak dan PT Langgam Inti Hibrindo dan kebun sawit milik PT Teso. (net)

loading...