Jakarta Today – Karier Novel Baswedan di KPK terbilang bersinar. Ialah yang berhasil membawa pulang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarudin dari pelariannya di Kolombia. Mengungkap kasus wisma atlet yang turut menyeret anggota DPR Angelina Sondakh. Novel juga sukses menjebloskan Nunun Nurbaeti ke dalam penjara terkait kasus suap cek pelawat pada pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia tahun 2004 lalu. Selain itu, pria lulusan SMAN 2 SEMARANG ini juga turut membongkar kasus jual beli perkara Pemilukada dengan keterlibatan mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Karena Keberanian nya Menangkap Para Koruptor itulah dirinya kerap mendapatkan terror-terror yang Mengancam dirinya hingga pada 10 April 2017 3 orang yang tidak dikenal menyerang dirinya dengan menyiramkan air keras ke bagian muka dari seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Tim Gabungan kasus Novel Baswedan merekomendasikan pada Polri untuk menyelidiki lebih lanjut tiga orang tak dikenal yang diduga kuat terlibat.

Tiga orang tersebut masing-masing adalah, satu orang yang mendatangi kediaman Novel pada April 2017 dan dua orang yang ada di Masjid Al Ikhsan dekat kediaman Novel pada 10 April 2017.

“TPF (tim pencari fakta) rekomendasikan kepada Polri untuk mendalami fakta keberadaan satu orang tidak dikenal yang mendatangi kediaman korban pada tanggal 5 April 2017 dan dua orang tidak dikenal yang duduk di dekat masjid,” ujar anggota tim TGPF, Nur Kholis di Mabes Polri, Rabu (17/7/2019).

Menurut Nur Kholis, Polri harus segera membentuk tim teknis untuk melakukan pendalaman terhadap probabilitas motif tiga orang tersebut.

Tim teknis Polri harus dibentuk karena TGPF tidak punya kompetensi untuk melakukannya.

Sementara itu Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Ikbal mengatakan tim teknis nantinya akan dipimpin langsung oleh Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Idham Aziz dan akan diisi personel polri yang punya kemampuan. (Sherin/CNN)

loading...