BOGOR TODAY – Sebanyak 38 pedagang kaki lima (PKL) yang kerap menjajakan dagangannya selama puluhan tahun di kawasan Surya Kencana, Kota Bogor mulai mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Bogor. Kini mereka telah mendapatkan tempat yang layak dengan menempati pusat kuliner bernama teras Surken di Jalan Bata, Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Selain itu, para pengunjung pun diberikan kemudahan pembayaran dengan menggunakan uang non tunai. Hal itu, dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih tinggi.

Direktur Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Muzakir mengungkapkan dengan adanya teras surken ini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Bogor.

Karena sudah lebih 30 tahun para pedagang kaki lima (PKL) berjualan di Suryakencana secara data yang didapat mereka tidak membayar pajak.

“Jadi masuk ke sini (Teras Surken) kita tata mereka kita kenakan dari pembeli itu pajaknya 10 persen. Jadi insya Allah 10 persen ini langsung ke khas daerah dengan adanya pengelolaan dan penataan yang baik,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (26/8/2020).

Menurutnya, teras Surken merupakan percontohan awal yang dilakukan sebagai tahap awal. Untuk tahap kedua, ia menyebut sedang mempersiapkan tujuh koridor di lokasi yang berbeda.

“Ini baru tahap awal, berikutnya ada tujuh koridor yang akan kita tata juga, berikut Lawang seketeng dan jalan pedati,” ungkapnya.

Kedepannya, sambung Muzakir, kawasan Surya kencana tersebut bakal menjadi kawasan UMKM atau kerajinan. Namun saat ini masih dalam perencanaa dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

“Yang pertama, akan ada produk dekorasi rumah tangga yang akan kita garap dengan membangkitkan ekonomi lokal, ll kedua ada wisata alam dan ketiga ada urban farming juga,” tukasnya. (Bambang Supriyadi)