BOGOR TODAY – Pemerintah Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Komado Distrik (Kodim) 0621 Kabupaten Bogor akan melaksanakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang akan dimulai pada 22 September hingga 21 Oktober 2020.

TMMD merupakan Program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian/Lembaga Pemerintah non-Kementerian, dan Pemerintah Daerah, serta segenap komponen masyarakat di wilayah masing-masing.

Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor Letkol (Inf) Sukur Hermanto mengatakan, untuk sasaran TMMD tahun ini menghubungkan jalan Desa Ciomas ke wilayah Kecamatan Parungpanjang dan Kecamatan Cigudeg.

“Jalan Desa Ciomas menuju ke Cigudeg dan Parung Panjang dengan jarak panjang 2.550 meter dengan lebar jalan 7 meter. Untuk TMMD sendiri akan mengerahkan 150 personel TNI kemudian 150 dari masyarakat,” kata Sukur kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Ia menjelaskan dengan alasan pihaknya memilih lokasi tersebut karena melihat dampak secara sosial.

“Jadi desa Ciomas ini khususnya masyarakat selama ini yang kesulitan mengakses jalan besar antara Parung Panjang menuju Cigudeg, jalan yang tersedia sekarang itu belum bisa dipakai, sehingga mereka harus ngambil jalan lain untuk muter jauh sekitar 7 kilometer. Jadi ini akses yang ingin kita selesaikan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bogor, Burhanuddin menjelaskan dengan adanya program TMMD ini dapat menunjukan kemajuan yang luar biasa terutama dukungan dari segi Infrastruktur dan dapat dipastikan bahwa Pemkab Bogor akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kesehatan hingga Kementerian Agama Kabupaten Bogor.

“Seperti Rumpin sebagai desa terisolir yang memang kita prioritaskan desa yang infrastrukturnya kurang sehingga betul-betul kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah apalagi jalan yang akan dibangun ini bisa dikatakan jalan desa yang dapat menghubungkan tiga wilayah Kecamatan Tenjo, Parung Panjang dan Cigudeg,” jelasnya.

Kemudian Burhan menuturkan, bahwa Bupati dan Wakil Bupati Bogor menargetkan di masa pemerintahannya tidak ada lagi desa terisolir. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan untuk hasil pertanian atau pendistribusian barang serta kebutuhan masyarakat.

“Pemda mendukung sepenuhnya, karena membangun itu bukan hanya utk pemerintah tapi harus ada partisipasi dari masyarakat,” pungkasnya. (Adit)