Untitled-22Tokyo, Today – Toyota di­kabarkan berpikir ulang untuk tetap mempertahan­kan mesin diesel mereka di masa depan? Aduh apa ala­sannya nih?

Dilansir Carscoops, sep­ertinya masa depan mesin tidak akan terlalu bersinar, karena pabrikan memilih untuk menekan kapasitas mesin bensin dan melahir­kan tenaga alternatif sep­erti hybrid dan lainnya.

Seperti Toyota yang dikatakan saat ini tengah berpikir ulang untuk bisa mempertahankan mesin diesel, untuk mendapatkan emisi gas buang yang ren­dah. Terlebih fakta model diesel Toyota seperti Yaris diesel tidak terlalu laris di Eropa.

“Penjualan Yaris diesel tidak mencapai 10 persen dari seluruh total penjua­lan, dan penjualan ini bisa saja turun,” ujar Karl Schli­cht, executive vice-presi­dent Toyota Eropa.

Dirinya pun mempertan­yakan, apakah mesin diesel akan tetap memberi keun­tungan untuk pabrikan.

“Saya menilai banyak yang melihat untuk bisa berinvestasi dengan mendi­rikan pabrik diesel, dalam 10-15 tahun kedepan. Tapi harus melihat lebih jauh kembali apakah bisa mem­berikan keuntungan untuk pabrik,” katanya.

Jelas sudah masa depan mesin diesel di Toyota tidak­lah pasti, terlebih Toyota sudah membuat rencana besar untuk bisa melahir­kan 30.000 kendaraan ber­bahan bakar fuel cell dan 15 juta unit mobil hybrid 2020. Sehingga bisa mengurangi emisi CO2 hingga sebesar 90% di 2050.

Tidak favoritnya lagi mesin diesel, bukan sema­ta-mata dikeluarkan Toyo­ta. Sebelumnya Volvo juga mengatakan mesin diesel tidak lagi favorit. Seperti yang disampaikan CEO Vol­vo Hakan Samuelsson, akan menghilangkan mesin die­sel karena terlampau atau semakin mahal agar lebih ramah lingkungan. (Calvi­ano/NET)

loading...