KATA dan ujaran kotor sudah menjadi penghias dinding sosial. Tengoklah percakapan warga atau coba simak media-media sosial, mulai dari sumpah serapah, celaan dan cacian, ancaman dan kebohongan dan semacamnya seperti sudah dihalalkan oleh publik. Padaha, ujaran semacam itu tak bakal membuat pikiran cerdas, malah sering membuat hati gelisah. Hapus saja, jangan dibaca.

Dalam kehidupan sosial nyata, kita sering bertemu dengan orang yang kalimatnya selalu kotor, mulai dari menyebar fitnah sampai pada menyulut pertengkaran atau memporakporandakan pola hubungan. Mendengarkannya membuat kuping panas, membikin hati galau dan resah. Dihindari saja, dijauhi mereka.

Bacalah apa yang membuat mata dan hati sejuk. Dengarkanlah apa saja yang membuat pikiran dan nurani menjadi damai. Hidup ini terlalu singkat untuk mengurusi hal-hal remeh tak. Renungkan segala sesuatu yang bisa menjadikan hidup lebih bermakna dan amalkanlah apa yang telah diketahui secara benar agar ilmu senantiasa bermanfaat.

Mari kita mulai dari diri kita untuk menuliskan yang baik dan bermanfaat dan membicarakan yang bernilai dan berbobot. ‘’Setiap kali sumur itu semakin dalam, maka airnya semakin dingin dan semakin segar. Berpikirlah dalam-dalam sebelum kau keluarkan apa yang ada dalam “ember” dirimu melalui lidahmu.’’ Ungkapan bijak ini perlu kita renungkan dalam-dalam agar kita faham.