JAKARTA, TODAYDuet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) genap 2 tahun. Berbagai capaian telah dihasilkan mulai dari pembangunan infrastruktur hingga deregulasi di berbagai sektor.

Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI), Eddy Hussy, sepanjang pemerintahan Jokowi-JK selama 2 tahun terakhir, banyak perubahan positif pada sektor properti. Salah satunya yakni dalam hal kemudahan perizinan.

Namun demikian, meski pemerintah sudah menderegulasi perizinan di tingkat pusat, kerja cepat dan upaya pemangkasan birokrasi tersebut belum menular ke daerah-daerah.

“Sebenarnya sudah banyak yang berubah lebih baik, terutama perizinan. Kita akui bagi pengusaha lebih mudah. Implementasinya juga sudah bagus. Tapi di pusat saja, di daerah-daerah belum, pengusaha masih sulit. Artinya belum ke bawah-bawah,” kata Eddy.

“Satu dua tahun belakangan ini sektor properti setidaknya lebih baik dari 4 tahun lalu. Bahkan, masih bisa bertahan tumbuh meski ada pelemahan ekonomi global Ada beberapa perbaikan yang dilakukan pemerintah, meski memang properti belum cukup baik,” tambahnya.

Eddy berujar, selain ada upaya penyederhanaan perizinan, hal lain yang dialami pengusaha properti selama 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK adalah pembangunan infrastruktur yang masif. Dampaknya, sektor properti pun ikut menggeliat.

“Infrastruktur yang dibangun di mana-mana itu secara tidak langsung membuat penyediaan lahan untuk properti meningkat pesat. Bangun properti kan berkaitan erat dengan infrastruktur,” jelas pengusaha properti asal Batam ini.

Diungkapkannya, sejumlah kebijakan lain Jokowi juga jadi angin segar bagi pengusaha properti.

“Kalau kita lihat ada tekad menyederhanakan perizinan. Kemudian beberapa kebijakan yang mendorong properti. Contohnya saja kebijakan kepemilikan properti asing, Tabungan Perumahan Rakyat. Nah sekarang ini tinggal bagaimana ke bawah-bawahnya, ke daerah-daerah juga didorong melakukan hal yang sama,” pungkas Eddy.

loading...