Oleh Heru B Setyawan (Guru PPKn Sekolah Pesat & Pecinta Indonesia)

Hingga (30/3/2020), total ada 1.414 kasus Covid-19 di Indonesia. “Penambahan konfirmasi kasus positif sebanyak 129 orang sehingga total kasus sekarang menjadi 1.414 kasus,” ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB.
Achmad Yurianto mengatakan, “Masih ada kasus kematian sebanyak 8 orang sehingga total kasus kematian ada 122 orang,” ujarnya. Pemerintah juga menyatakan bahwa hingga saat ini ada 75 pasien yang telah dinyatakan sembuh.
Penulis di sini bukan mau membahas segi medis dari virus coruna, karena sudah banyak hal ini dibahas di media cetak, televisi, media sosial, dan media online. Tapi penulis akan mengambil hikmah atas kejadian ini, dengan mengamalkan sila-sila Pancasila sebagai dasar negara kita, untuk mencegah (tidak ada kata terlambat) dan menanggulangi pandemi virus corona ini.
Sila ke 1, Ketuhanan Yang Maha Esa, adanya nilai kepercayaan dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi Indonesia adalah negara yang beragama, bukan negara atheis, komunis, liberal dan kapitalis. Indonesia bukan negara Islam, tapi negara yang menomor satukan tentang agama, terbukti dengan sila pertama tersebut, dan secara fakta mayoritas beragama Islam.
Sehingga adalah wajar kehidupan dan sejarah bangsa Indonesia itu sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Para pendiri bangsa ini juga banyak yang berasal dari para Ulama, Kyai dan Habib, selain kaum nasionalis dan sedikit non muslim.
Dan berikut ini pengamalan sila 1 dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan kondisi pandemi virus corona. Karena sila 1 ini, harusnya sikap seorang yang beragama, menerima musibah ini dengan sabar, ikhlas, introspeksi dan terus berdoa sesuai agamanya masing-masing.
Karena Indonesia itu sangat Bhinneka Tunggal Ika dan ada 6 agama yang diakui oleh pemerintah, juga ada aliran kepercayaan serta banyak aliran sesat, maka sifat toleransi harus tetap kita pakai dan kalau perlu terus kita tingkatkan. Cuma masalahnya masih ada beda pendapat tentang toleransi ini.
Ada sebagian yang berpendapat toleransi itu boleh bekerja sama dengan agama lain, meski melanggar aqidah. Padahal pengertian toleransi itu adalah menghargai perbedaan pendapat. Antara 6 agama yang ada di Indonesia ini pasti berbeda, maka ada toleransi. Kalau di Islam ada pada surat Al Kaafiruun ayat 6, “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku,”
Maka sudah jelas, jika terjadi bencana virus corona ini, kita harus saling tolong menolong tanpa melihat agamanya. Silahkan bekerja sama dan saling tolong menolong antar umat beragama di berbagai bidang asal jangan bekerja sama dalam hal tauhid dan aqidah.
Perbedaan tauhid dengan aqidah adalah, jika tauhid itu adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya. Sedang aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.
Sila ke 2 Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab dimana terdapat nilai-nilai perikemanusiaan, adil dan beradab. Pengamalan pada sila ke 2 dalam kehidupan sehari-hari adalah menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menangani pandemi virus corona.
Demi menyelamatkan satu nyawapun, kita harus mengedepankan nilai kemanusiaan dan medis, serta untuk sementara menomor duakan hal ekonomi. Jika misal Indonesia harus lockdown, meski tidak penulis harapkan. Maka otomatis kegiatan ekonomi akan terganggu, karena nyawa manusia dan kemanusiaan itu lebih penting.
Sila ke 3 yaitu Persatuan Indonesia dimana terdapat nilai persatuan bangsa dalam Kebhinnekaan Tunggal Ika. Pengamalan pada sila ke 3 dalam kehidupan sehari-hari adalah: Menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bangsa atau negara diatas kepentingan pribadi ataupun golongan.
Menghadapi bencana ini, maka tidak ada alasan pribadi yang bisa mengalahkan kepentingan umum, bangsa dan negara. Misalnya dengan alasan pribadi tidak mau hadir kerja bakti membersihkan lingkungan untuk mencegah pandemi virus corona di tempat tinggal kita.
Sila ke 4 yaitu Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan dimana terdapat nilai-nilai kerakyatan, musyawarah, mufakat, kekeluargaan, kebijaksanaan dan demokrasi Pancasila. Pengamalan pada sila ke 4 dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Di masa bencana ini menjadikan rakyat sebagai raja dan pemimpin sebagai pelayan. Saat yang tepat para pemimpin baik eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi kesehatan dan keselamatan nyawa rakyatnya.
Jangan cicing wae dan lepas tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, apalagi malah merepotkan dan membuat rakyat jadi takut, akibat kebijakan, kelakuan atau ucapannya. Ingat sila ke 4 ada kata Hikmat Kebijaksanaan. Pemimpin itu harus bijaksana dalam mengambil keputusan. Tapi di sisi lain, rakyat juga tidak boleh punya mental pengemis, yaitu terlalu berharap banyak pada pemimpinnya.
Sila ke 5 yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dimana terdapat nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat, yaitu: Perlakuan yang adil di berbagai bidang kehidupan terutama pada bidang politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan sosial budaya. Pengamalan pada sila ke 4 dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Bisa kita ambil contoh nyata dari Sandiaga Uno yang membantu kehidupan ekonomi bagi masyarakat yang keluarganya terkena positif virus corona. Ada juga group rock legendaris Indonesia Slank yang menolong pedagang kaki lima yang terkena dampak ekonomi virus corona. Juga Gubernur Jabar Kang Emil akan memotong gaji ASN selama 4 bulan untuk membantu korban pandemi corona.
Kita patut ajungi jempol terhadap orang-orang tersebut, semoga pejabat, pengusaha atau artis lain menyusul. Menurut penulis dari pemerintah harus juga berperan dengan, misal mengganti proyek yang tidak begitu penting untuk dialihkan ke bantuan musibah virus corona ini. Atau dari pendapatan pajak, atau menunda proyek infrastruktur untuk juga dialihkan ke musibah ini. Sementara rakyat juga di suruh untuk urunan atau sedekah ramai-ramai, seperti kebiasaan rakyat Indonesia jika ada musibah selama ini. Jayalah Indonesiaku.(*)