Screenshot-at-Feb-26-14-20-48JAKARTA TODAY– Wakil Pres­iden Jusuf Kalla menepis ang­gapan game Pokemon Go yang tengah digandrungi banyak orang, dapat mengganggu kea­manan negara. Namun menurut JK, Pokemon Go menganggu anak muda.

Game buatan Nintendo di­anggap JK memiliki sisi positif agar anak-anak dapat menge­nal lingkungan daripada harus bermain gadget seharian di ru­mah. Tapi ada efek sampingnya. “Bagaimana kalau di seluruh du­nia menjadi tren? Saya kira (spi­onese lewat Pokemon Go) itu berlebihan seperti itu. Sekarang dengan IT itu semua mudahlah. Saya kira bukan mengganggu keamanan negara, tetapi meng­ganggu anak muda. Tapi ada bagusnya juga, kalua selama ini anak-anak itu sibuk gadgetnya di kamar sekarang di alam ter­buka, lebih sehat,” ujar JK kepada wartawan usai memberi kuliah umum di IPDN, Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/7/2016).

Karena Pokemon Go ten­gah digandrungi, pemerintah daerah harus memanfaatkan momen ini untuk memperban­yak pembuatan taman atau memaksimalkan lokasi-lokasi tertentu. “Konsekuensinya, pemerintah harus siapkan ban­yak taman,” ujarnya.

Terkait dengan Pokemon Go, Pemprov DKI melalui Ja­karta Smart City sudah lebih dulu mengajak warga DKI un­tuk berkunjung ke Balai Kota dan Monas sambil berburu Pokemon. “Bagi Anda yang ingin berburu Pokemon, ban­yak Pokestop dan Pokegym di antara kedua tempat wisata itu,” tulis Jakarta Smart City di laman Facebook-nya, Jumat (15/7). (Yuska Apitya/dtk)

loading...