Dua Satpam Diberi Hadiah Umroh

BABAKANMADANG TODAY- Warga Cluster La Vaniose Village yang berada di kawasan perumahan Sentul City memberikan penghargaan kepada dua orang Satpam yakni Arab Samsudin dan Suganda. Kedua Satpam tersebut diberangkatkan umroh ke tanah suci Makkah berkat dedikasi dan pengabdiannya selama ini yang dinilai sangat baik oleh warga.

“Saya sungguh terharu, warga swadaya memberangkatkan anggota,” kata Kepala Keamanan PT Sentul City Paul Krisdyanto dalam keterangan persnya Senin, (8/4/2019).

Menurut Paul, dua anggota Satpam memang memiliki kinerja yang sangat baik. Dua warga dari Bojong Koneng dan Cijayanti itu prestasinya memang di atas rata-rata. “Mereka akan bergabung ke PT SGC setelah lebaran,” katanya.

Bergabungnya dua Satpam tersebut terkait telah terjadinya kesepakatan antara warga Cluster Lavaniose Village dengan PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC), pengelola township management kawasan hunian Sentul City.

Paul menjelaskan, Cluster La Vaniose Village (LVV) yang berdiri sejak tahun 2006 mengelola keamanan dan kebersihan sendiri. Cluster ini dibangun oleh pengembang Premier Prancis bersama PT Sentul City Tbk. Karena itu, pengelolaan cluster ini dilakukan oleh warga.

 

Setelah melihat keberhasilan PT SGC mengelola kawasan hunian Sentul City, 99 KK yang tinggal di cluster LVV  sepakat untuk semua pengelolan lingkungan diserahkan ke PT SGC. “Gak sedikit warga Cluster LVV yang punya rumah di Sentul City. Mereka melihat SGC profesional mengelola. Ini meyakinkan mereka untuk gabung ke PT SGC,” papar Paul.

Haryanto, salah satu tokoh masyarakat di LVV menceritakan pengalamannya mengelola cluster yang sebagian warganya warga negera asing itu. ‘’Tingkat kepatuhan membayar iuran warga cluster ini sangat tinggi. Mereka juga sangat tertib dan sangat disiplin,’’ kata Haryanto di sela-sela acara Coffee Morning warga La Vaniose Village bersama management PT SGC Sabtu pekan lalu.

Menurut Haryanto, meski tingkat kepatuhan warganya dalam membayar iuran sangat tinggi, namun ternyata mengelola cluster secara mandiri (swakelola) tidak mudah. Selain biaya perawatan perunit rumahnya menjadi sangat mahal, juga sering direpotkan oleh segelintir warga yang kurang disiplin dalam membayar iuran. ‘’Tingkap pembayarannya lebih dari 80 persen. Tetapi tetap saja terasa berat jika ada warga yang nunggak,’’ katanya.

Selama ini, Haryanto dan para pengelola cluster LVV selalu menutup kekurangan akibat warga yang kurang taat membayar iuran itu, dengan cara mencari donator. Namun, tak bisa terus-terusan mengandalkan donator. ‘’Karena itu, bergabung dengan PT SGC dalam mengelola cluster LVV merupakan pilihan terbaik,’’ katanya.

Rencananya, pengelolaan lingkungan efektif mulai berjalan usai lebaran (*/ Iman R Hakim)

loading...