BABAKANMADANG TODAY – Warga Perumahan Sentul City (SC) Cluster Mediterania II melayangkan surat resmi ke PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC), pengelola township management Kawasan hunian Sentul City.  Mereka keberatan jasa pengangkutan sampah rumah tangga di kelola secara swakelola RW 08.

“Kami ingin masalah pengelolaan sampah dikelola PT SGC seperti semula karena lebih praktis. Bayar sekali tapi mencakup BPPL (Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan Lingkungan, red) secara keseluruhan,” tulis sebut saja Ny Rani (45),warga Cluster Mediterania II Sentul City yang minta namanya di rahasiakan.

Dia menjelaskan, saat ini pengangkutan sampah dilakukan secara swakelola oleh RW 08. Setiap bulan dia harus membayar biaya pengangkutan hingga Rp 300.000. Tagihan setiap bulan datang melalui surat dan pembayaran dilakukan dengan cara menstransfer ke rekening koperasi atas nama Komite Warga Sentul City (KWSC)

“Saya merasa ribet dengan harus membayar ke dua pengelola dan sepengetahuan saya pembayaran BPPL di PT SGC sudah mencakup semuanya jadi ga ribet lagi,” paparnya.

Menurutnya, pelayanan pengangkutan sampah setelah di kelola RW 08 tidak sebaik saat dikelola PT SGC. Akhir-akhir ini bahkan pengangkutan sampah sering tidak sesuai jadwal.

“Jadi keputusan saya ini benar-benar dari diri saya sendiri tanpa tekanan siapapun. Saya ingin PT SGC yang ngakut sampah saya. Makanya saya buat surat resmi ke PT SGC,” ujarnya.

Saat di konfirmasi, Direktur Operasional PT SGC Jonny Kawaldi membenarkan informasi tersebut. Jonny menjelaskan, kini PT SGC sudah mengoperasikan Sentul City Recycle Center (SCRC),  sebuah tempat pengolahan sampah terpadu di Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Bekerjama dengan PT Xaviera Global Synergy, perusahaan pengolahan sampah tepat guna, PT SGC memastikan tak ada lagi sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS).

“Kita sistemnya zero waste. Sampah berakhir dan selesai di tempat pengolahan kita,” jelas Jonny.

Tempat Pengolahan Sampah Tepat Guna itu,  kata Jonny di bangun di atas lahan lima hektar. Untuk tahap pertama, lahan yang akan dimanfaatkan seluas 1,4 hektar di mana di dalamya dibangun bangunan inti untuk mesin pengolaan sampah, gudang, parkir, green house dan kantor. Sisanya akan direncanakan akan dibangun pusat pengembangan pertanian terpadu.

Jonny mengatakan, semua sampah yang diangkut PT SGC kini tidak lagi di buah ke TPAS namun di olah di Sentul City Recycle Center (SCRC)

“Saya tidak tahu yang di RW 08 itu di buang ke mana. Yang jelas untuk SC sistemnya zero waste,” terangnya. (Iman R Hakim)

loading...