Solo Today – Asap sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, masih mengepul sejak kebakaran lebih dari dua bulan lalu. Sejumlah warga Solo dan Karanganyar terpaksa mengungsi karena asap yang menyerang rumah mereka.

Sejak kebakaran waktu itu, api di TPA Putri Cempo memang kerap muncul kembali meski telah dipadamkan. Asap pun sering mengepul dan terbawa angin.

Seorang warga Jatirejo RT 03 RW 39, Mojosongo, Jebres, Solo, Joko Parmin, mengatakan asap biasa mengarah ke rumahnya mulai pukul 15.00 WIB. Asap membuat warga merasa sesak napas.

“Asapnya itu sampai malam hari masih ada. Memang tidak bau sampah, tapi bikin sesak napas,” kata Joko yang rumahnya di sisi utara TPA, Senin (7/10/2019).

Dikutip dari Detiknews, warga di sekitarnya tak sedikit yang harus mengungsi saat malam hari. Menurutnya, belum ada bantuan dari pemerintah yang mereka terima.

“Yang punya keluarga jauh dari sini ya mengungsi ke sana. Kalau saya nggak ada, ya terpaksa bertahan. Kami juga beli masker sendiri, karena belum ada bantuan dari pemerintah,” kata dia.

Warga Ketekan RT 08 RW 09, Plesungan, Karanganyar, Ambar, juga mengatakan wilayahnya juga terdampak asap pekat. Dia mengaku harus mengungsi ke rumah saudara.

“Saya sekeluarga harus mengungsi ke rumah saudara yang tidak begitu terdampak. Banyak warga sini yang harus mengungsi,” ujar Ambar.

Dia menyebut ada balita yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat asap tersebut. Sebab asap dari gunung sampah itu menyebabkan sesak napas hingga batuk.

“Di sini kan banyak yang masih balita juga. Kemarin ada juga balita yang masuk rumah sakit. Anak saya sampai batuk-batuk,” katanya. (Net)

loading...