Untitled-4JAKARTA TODAY—Aplikasi per­mainan berbasis augmented reality, Pokemon Go, mendadak menyita perhatian jutaan ma­syarakat Indonesia. Aplikasi game ini terus menarik perhatian pen­cinta game dan Pokemon. Per­mainan ini sudah mencatat jutaan pengguna hanya dalam kurun waktu satu pekan setelah beredar.

Game ini berbasis teknologi augmented reality. Game yang memanfaatkan teknologi GPS (Global Positioning System), ini mengharuskan penggunanya un­tuk berjalan kaki dalam misi men­cari dan mengoleksi monster digi­tal yang tersebar di dunia nyata.

Nah, terkadang si pemain game Pokemon Go tanpa sadar

berjalan di pinggir jalan hanya melihat HP untuk mencari Pokemon atau Poke Stop. Karena itu, untuk keselamatan pihak ke­polisian memberikan imbauan agar tetap waspada selagi bermain game. Pembuat aplikasi Pokemon Go ini sebenarnya juga sudah memberikan peringatan agar berha­ti-hati. “Kami imbau untuk lebih berhati-ha­ti. Kalau sedang berjalan di tempat umum, ya, sebaiknya jangan mainin handphone, karena berbahaya rawan penjambre­tan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, Rabu (13/7/2016).

Apalagi, lanjut Awi, jika game itu di­mainkan sambil berkendara. Sebagai in­formasi, saat game aktif di layar HP, Poke Stop atau Pokemon bisa berada di mana saja. Ada yang di pepohonan, patung, mas­jid, gereja, dan tempat lainnya. Bila peng­endara melaju pelan bisa mendapatkan pokeball di Poke Stop. Game ini memang tidak bisa digunakan jika di kendaraan yang melaju kencang. “Apalagi kalau berkendara sambil main handphone main game kan sangat berbahaya rawan kecelakaan lalu lintas,” tutur Awi mengingatkan.

Google Play Store, toko aplikasi milik Android, memperbarui data mengenai jumlah instalasi permainan Pokemon Go. Aplikasi yang berjalan di sistem operasi An­droid ini dilaporkan telah diunduh 10 juta lebih akun, seperti dilansir GSMArena.com, Rabu, 13 Juli 2016.

Angka ini diketahui dari informasi yang dipasang Google Play Store di aplikasi Pokemon Go. Google Play Store mencan­tumkan aplikasi permainan buatan Niantic dan Nintendo ini telah diinstal dengan kisa­ran 10-50 juta pengguna.

Saat ini jumlah pengunduh aplikasi Pokemon Go di Amerika Serikat dengan sistem operasi iOS dan Android diperkirakan telah mencapai 7,5 juta. Meski telah mem­perbaharui jumlah pengunduh permainan Pokemon Go, belum diketahui berapa jum­lah pengguna aktif aplikasi permainan ini.

Permainan Pokemon Go diluncurkan pada 6 Juli 2016. Permainan ini secara resmi baru tersedia di tiga negara, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Na­mun heboh permainan Pokemon Go ini membuat aplikasi tersedia di banyak neg­ara dari aplikasi pihak ketiga.

Pokemon Go dikembangkan Niantic Inc dan Nintendo Co Ltd. Permainan ini memanfaatkan global positioning sys­tem (GPS) dan kamera pada perangkat ele­ktronik yang digunakan pemain.

Di berbagai belahan dunia, orang de­wasa berkeliaran di jalan mencari Poke­mon. Termasuk di Indonesia, tak sedikit orang-orang berburu Pokemon di ja­lan. Demam Pokemon di kalangan orang dewasa ini diwanti-wanti Komisi Perlindun­gan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam. Dia meminta orangtua benar-benar mem­perhatikan anaknya apabila main game ini. “Pada prinsipnya, permainan itu di samp­ing untuk refresh, hendaknya juga tetap ada unsur edukatifnya,” jelas Niam, Rabu (13/7/2016).

Game Pokemon menuntut pemainnya berjalan kaki mencari Pokemon atau menu­ju letak Pokestop mencari bonus atau juga mencari gym untuk berlatih pokemonnya. Bila ini anak-anak, dia bisa berjalan jauh dan jangan sampai lepas dari pengawasan. “Apalagi sampai mengganggu, ini bisa membahayakan,” sambung dia. “Jangan juga sampai menyebabkan adiksi, maka ini jelas tidak baik,” tegasnya.

Demam game Pokemon ini juga di­manfaatkan Museum Nasional. Di tempat benda-benda bersejarah itu, digelar berbu­ru Pokemon. Seperti diunggah dalam akun twitter @MuseumNasional, diumumkan bagi mereka pemain game Pokemon bisa mencari Pokemon di Museum Nasional di Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta. Muse­um ini dikenal dengan nama Museum Ga­jah. “Apa kamu seorang pokemon master/trainer? Yuk berburu pokemon di Museum Nasional. Menambah wawasan dg cara fun! ^^” kicau Museum Nasional, Rabu (13/7/2016).

Di Museum Nasional seperti gambar yang diunggah terdapat pokestop, yakni adalah lokasi tempat pemain game bisa mengambil bonus bisa berupa bola yang di­gunakan untuk menangkap Pokemon atau cairan untuk membuat Pokemon bisa ber­tarung, dan juga berbagai macam makhluk yang bisa diambil.

Maksud Museum Nasional ini tentu baik di tengah game yang mewabah, ajakan ini bisa menarik pengunjung. Tapi tentu aset dan ketertiban di museum tetap di­jaga. Dan undangan dari Museum Nasional itu juga kemudian disambut pengelola ap­likasi ojek online yakni Go-Jek. Lewat akun twitternya, pemburu Pokemon ditawarkan untuk menggunakan Go-Jek. “Gojekin aja,” kicau akun Go-Jek.

Museum Nasional membuka pintu bagi mereka yang ingin bermain game Poke­mon. Mereka bisa berburu Pokemon dan juga Pokestop di area museum. Wilayah perburuan Pokemon itu diumumkan Mu­seum Nasional lewat akun twitter mereka. Apa alasannya?

“Itu bagian dari promosi museum. Di twitter biasanya digunakan untuk me­nyampaikan kegiatan museum. Dan seka­rang ada peluang memunculkan itu. Intinya promosi museum nasional. Kita manfaat­kan,” jelas Kepala Humas Museum Nasi­onal Dedah Rufaedah Sri Handari dalam keterangannya, Rabu (13/7/2016).

Menurut dia, respons masyarakat positif dengan pembukaan area berburu Pokemon itu. “Kita sebenarnya bukan ke­pada game-nya tapi lebih kepada museum. Kita nggak ikut-ikutan mempromosikan itu (Pokemon). Buat kita yang penting koleksi kita bisa diapresiasi. Kan masing-masing museum harus punya trik sendiri untuk menarik pengunjung. Mereka malah ban­yak yang penasaran koleksinya kaya apa Museum Nasional,” jelas Dedah.

(Yuska Apitya Aji/ed:Mina)

loading...