BOGOR TODAY – Banyak orang mengidam-idamkan untuk dapat menapaki kakinya di Negara Jepang yang terkenal dengan kemajuan teknologinya. Selain itu, Jepang juga terkenal dengan kekentalan budayanya yang unik dan tidak biasa.

Nah, bagi warga Bogor untuk dapat merasakan suasana kampung tradisional negeri sakura tersebut tak perlu jauh-jauh ke Jepang.

Di Kota Bogor, tepatnya di Jalan Veteran, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor tengah, sebuah gang bernama Kepatihan dengan panjang 70 meter itu di sulap dengan nuansa Kota Takayama Jepang dan tembok Platformd 9 3/4 ala Harry Potter.

Sepanjang jalan, kalian bisa berswafoto dengan rumah-rumah yang bergaya Jepang hasil kreasi swadaya warga sekitar yang instagrammable.

Ditambah, ilustrasi Kota Takayama nampak begitu nyata dengan hiasan pohon sakura, lampion dan juga berbagai properti kayu. Ada banyak spot yang bisa kamu jajal. Kalian tinggal pilih saja mau background kedai atau rumah-rumah jadul Jepang.

Untuk mencapai Gang Kepatihan pun tak sulit, hanya berjarak kurang lebih 200 meteran dari Stasiun Bogor atau bisa juga menaiki kendaraan umum (angkot) 02 atau 03.

Ketua RT02/01, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Novian menuturkan bahwa ide dibentuknya kampung tematik itu berawal
dari warga yang ingin merubah suasana baru. Dan menjadikan Gang Kepatihan lebih berbeda dari wilayah lainnya.

“Jadi kita bergerak sedikit demi sedikit dan alhamdulilah setelah kampung ini dilirik oleh wisatawan,  beberapa  perusahaan mulai memberikan tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu pendanaan kampung ini,” terang Novian, seperti di kutip today tv, Rabu (16/9/2020).

Menurut Novian, saat ini gang Kepatihan telah memiliki lima tema, yakni Kampung Jepang, Korea, Inggris, Meksiko, Mesir hingga Texas. Namun hal itu masih dalam proses pengembangan.

“Biasanya, ramainya setiap Sabtu sama Minggu. Yang datang dari berbagai daerah, dari Depok, Tangerang pernah ke sini. Yang langsung dari Jepang juga ada datang,” ucapnya.

Selain untuk wisatawan, Kampung tematik tersebut dapat juga dijadikan spot untuk prewedding. Ia juga berharap kampung tersebut menjadi sumber penghasilan baru bagi warga Gang Kepatihan.

“Sementara ini memang kita belum menetapkan tarif untuk selfie di sini, tetapi kalau ada warga yang mau menyumbang ya kami sangat berterima kasih. Begitupun bagi yang ingin foto prewedding,”imbuhnya. (Bambang Supriyadi)