Untitled-16

BUAT sebagian hijaber mungkin enggan mengembangkan potensi diri bila sudah mencukupi. Minimal cukup untuk dirinya dan keluarg­anya. Tapi tidak untuk Ibu Ladyani. Walau sudah menjadi PNS di salah satu Departemen di Ibukota. Ia tetap bersemangat mengembangkan po­tensi bisnis. Mulai dari produk dan perawatan kecantikan hingga bisnis kuliner. Menekuni pembuatan hing­ga pendistribusiannya pun kerap ia lakukan sendiri. Ibu dan istri yang mandiri, Dikaruniai tiga (3) orang putra. Lady dengan fasilitas yang telah ia miliki tetap masih ingin me­nambah pendapatan.

Awalnya tuk memenuhi kebu­tuhan sehari-hari, kini menyalur­kan hoby dengan bisa mengajarkan orang supaya bisa membuat kue. Selain itu bisnis kue yang mulai ia tekuni dari tahun 1986 ini, ia lakukan dengan tangannya sendiri. Sehingga kini ia dapat memberdayakan kaum perempuan di sekitarnya tuk mem­bantu bisnisnya. Dari hasilnya men­golah serta menjual makananlah yang membuatnya dapat berbagi dengan yatim dan dhuafa di seki­tarnya.

Baca Juga :  Tim Buru Sergap Tangkap Pengedar Sabu di Bogor, Barang Bukti Disembunyikan Dalam Kemasan Susu Bayi

Usaha kuliner yang ia geluti den­gan memberdayakan perempuan dan anak putus sekolah. Di rentang waktunya iapun berharap esok kue buatannya akan sebesar toko-toko kue bermerk. Kendala yang ia hadapi adalah waktu yang cukup padat den­gan pekerjaan rutinnya di sebuah instansi di Jakarta, terkadang men­guras seluruh energinya. Sehingga menghambat hobinya tuk berkarya di dapur kesayangannya. Namun hingga saat ini Lady tak pan­tang menyerah dalam mem­bagi waktu yang padat. Jarak Jakarta-Bogor dan sederet aktifitas tidak menyurutkan keinginanya tuk terus berkarya dan memberdayakan peremp­uan di sekitarnya.

Baca Juga :  Setelah Masuk Area Pertambangan, Seekor Orangutan Dievakuasi BKSDA Kaltim

Kue andalannya adalah serabi dan cheestick tapi bukan berarti ia tidak bisa membuat aneka kue. Kue-kue keringnya sudah bere­dar dari tahun ke tahun di kompleknya dan siap di­pasarkan menjelang pua­sa. Mulai dari kue nastar, putri salju, kue keju, dan kue kering lainnya. Be­gitupun dengan kue ba­sah, mulai dari serabi, macaroni schotel, puding, lupis dan kue basah lainnya sudah terbiasa ia buat. Selama ini Lady memasarkan aneka kue kering dan basah buatan­nya di perumahan, di kantor-kantor, dan di sekolah-sekolah berdasarkan pesanan. Dengan waktu pesanan minimal satu hari sebelum Lady siap membuatkan aneka kue kering dan basah untuk h i j a b e r s . (Dph)