3-ducati_motogp_team_2015_presentation_12

MUGELLO, Today-Andrea Dovizio­so mengatakan, mengakhiri empat setengah tahun tanpa kemenangan di Mugello akan menjadi kado yang besar.

Tapi, kejayaan di home race Duca­ti takkan mudah, karena harus ber­saing dengan Movistar Yamaha yang sedang on fire.

Ducati tampil mengesankan musim ini setelah bergabungnya Gigi Dall’Igna yang mendesain motor tang­guh GP15. Lima podium di lima seri MotoGP musim ini menjadi bukti sa­hih perkasanya tim yang berbasis di Bologna, Italia.

Akan tetapi, di tangan Valentino Rossi dan Joge Lorenzo, motor Yama­ha M1 juga mengalami loncatan yang besar. Lima putaran terakhir kala lomba di Le Mans, Dovizioso gagal menempel ketat dua Movistar. Hal itu menggarisbawahi Ducati masih kalah cepat dengan Yamaha.

“Akan menjadi mimpi yang besar menang di trek ini, saat ini sangat me­narik. Kami akan memikirkan hal itu. Berarti kami dekat kemenangan. Ini menyenangkan,” kata Dovizioso, sep­erti dilansir Crash, Jumat (29/5/2015).

Tapi, faktanya adalah ducati datang ke sini setelah Le Mans. tim­nya sangat kompetitif saat itu tapi tidak bisa finis bersaing dengan mer­eka (Lorenzo dan Rossi,red). “Trek di sana, kami kurang kompetitif selama race berlangsung,” lanjutnya.

Sementara itu, Rider Ducati lain­nya, Andrea Iannone, sepertinya ha­rus kembali mengaspal dengan rasa sakit saat tampil di MotoGP Italia akh­ir pekan ini.

Setelah divonis mengalami cedera bahu, kini rider 25 tahun itu diketahui mengalami cedera retak tulang pada lengannya.

Sebagaimana diketahui, Iannone mendapat cedera bahu saat melaku­kan uji coba di Sirkuit Mugello, be­berapa hari sebelum MotoGP Prancis beberapa waktu lalu.

Meski dihantui cedera dan men­gaku tampil dengan menahan rasa sakit luar biasa, The Maniac Joe –ju­lukan Iannone– mampu finis di posisi kelima di Le Mans setelah bertarung sengit dengan rider andalan Tim Rep­sol Honda, Marc Marquez.

Sayangnya, rider Italia ini ternya­ta mendapati kalau tulang humerus pada sikunya juga mengalami kere­takan. Hal ini dia temukan setelah menjalani pemindaian MRI.

Meski demikian, Iannone pantang berputus asa dan bertekad tetap men­gaspal di balapan akhir pekan men­datang. Apalagi, Mugello merupakan serie kandang baginya.

“Tentu saya akan tetap membalap di Mugello pada Minggu 31 Mei, tapi jelas bakal sulit tampil fit 100 pers­en. Beberapa hari lalu saya berhenti menggunakan pain killer dan kema­rin saya menjalani scan MRI,” ucap Iannone, mengutip dari laman resmi MotoGp.

Pembengkakan pada bahunya masih menimbulkan rasa sakit luar biasa dan kini mendapati cedera baru. “Sekali lagi saya harus mem­balap dengan rasa sakit seperti di Le Mans. Penting bagi kami untuk tampil baik di hadapan pendukung sendiri,” urainya.

(Imam/net)