Untitled-12

JAKARTA, TODAY — Harga bawah merah lokal melonjak naik. Akibatnya, bawang merah impor menyerbu pasar tradisional yang dijual lebih murah 22% dari bawang merah lokal. Namun para konsumen lebih suka membeli bawang lokal. Agus, seorang penjual bawang merah di Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengatakan, harga bawang lokal dari Brebes, Jawa Tengah di Pasar Induk sudah mencapai Rp 34.000-35.000/Kg, di Pasar Minggu dijual Rp 38.000-40.000/kg. Sedangkan harga bawang impor di Pasar Induk cuma Rp 23.000-25.000/Kg, sedangkan dijual di Pasar Minggu hanya Rp 31.000/kg atau lebih murah 22% dari bawang Brebes. Ia mengatakan bawang impor berasal dari Vietnam atau Filipina. “Saya nggak pernah beli bawang impor, pembeli kurang suka, katanya kalau dijadikan bawang goreng kurang renyah dan ngga bisa garing. Pembeli juga lebih suka bawang Brebes,” kata Agus kepada detikFinance, Minggu (24/5/2015)

Ciri-ciri bawang merah impor, warna merahnya agak keungu-unguan. Sedangkan untuk bawang merah lokal khususnya dari Brebes punya warna merah yang pekat
Sementara itu, pedagang bawang merah lainnya, Suminem mengatakan biasanya bawang merah impor hanya untuk bumbu giling. Bawang merah impor kurang laku bila dibuat untuk bawang goreng karena kurang renyah.
Suminem juga mengatakan mahalnya harga bawang merah lokal saat ini karena produksinya sedang berkurang. “Di Brebes belum panen, masih 2 bulan lagi. Barangnya jadi sedikit, jelas jadi mahal, apalagi mau puasa,” katanya.
Selama 2015, tren kenaikan harga bawang merah terus terjadi hingga akhir Mei 2015. Pasokan yang terbatas dari dalam negeri membuat harga bawang merah naik tajam, kondisi ini membuka celah masuknya bawang impor ke pasar tradisional, secara ilegal.
Seorang pedagang bawang merah di Pasar Minggu mengaku menjual bawang impor yang dipasok dari Filipina melalui Medan, Sumatera Utara. “Iya, ini bawang dikirim dari Medan, katanya impor dari Filipina. Beli semingguan yang lalu, belum belanja lagi. Harganya Rp 31.000/kg. Biasanya dipake buat bumbu yang digiling,” katanya.

Baca Juga :  Kisah Tan Ek Tjoan Pemuda Keturunan Tionghoa yang Namanya Dijadikan Merk Roti

Ia mengatakan konsumennya umumnya tak banyak yang suka memakai bawang impor karena secara kualitas seperti aroma dan tingkat kegaringannya bila digoreng masih kalah dari bawang lokal.
Agus mengatakan, sudah biasa bila bawang impor masuk ke dalam negeri termasuk ke pasar-paar, terutama saat harga bawang sedang tinggi seperti saat ini.
Pergerakan harga kebutuhan pokok khususnya bawang merah di DKI Jakarta tercatat mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dalam sepekan. Kenaikan ini terjadi menjelang beberapa pekan sebelum masa bulan Puasa.
Supri, seorang pedagang sayur di Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa kenaikan harga bawang merah kembali terjadi dalam beberapa pekan ini. Hal ini mengulang yang terjadi pada awal tahun lalu, harga bawang kini di eceran Rp 38.000/kg atau naik 18% dalam sepekan.

Ia mengakui sejak 2 bulan terakhir, harga bawang merah terus mengalami kenaikan. Padahal pada awal tahun, harganya masih Rp 20.000/Kg. “Pasokan dari Brebes lagi dikit. Yang masok juga lebih banyak jual ke Batam karena lebih mahal, di sana harga bisa lebih dari Rp 40.000,” katanya.
Supri memperkirakan harga bawang merah akan mengalami kenaikan, karena pasokan yang mulai terbatas dan tingginya permintaan menjelang Puasa.
“Puasa kurang 2-3 hari nanti biasanya paling ramai pada belanja, stok buat Puasa, harga bakal naik kaya cabai. Bawang merah kelihatannya bakal tetap tinggi,” katanya.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) rata-rata harga bawang secara nasional memang terlihat ada kenaikan harga yang signifikan sejak awal Mei 2015.

Baca Juga :  Berkas Perkara Kasus Pembacokan Pelajar Masih di Kepolisian, Kajari Kota Bogor : Kami Akan Bicarakan Aspek Hukumnya

Misalnya pada 3 Mei 2015, harga rata-rata bawang masih berasa di angka Rp 28.681/kg. Kemudian melonjak menjadi Rp 31.645/Kg pada 12 Mei. Berselang dalam seminggu lebih, harga bawang merah terus menanjak hingga Rp 33.671/kg pada 22 Mei 2015.
Tren pergerakan kenaikan harga bawang merah sudah terpantau sejak Maret 2015. SP2KP Kemendag mencatat harga rata-rata bawang nasional pada 22 Maret 2015, sudah mencapai Rp 28.787/kg. Padahal pada tanggal yang sama pada Februari harganya masih Rp 21.106/kg.
Pergerakan harga bawang pada pekan terakhir Februari awalnya relatif stabil di kisaran Rp 20.000-21.000/kg. Kemudian pada awal Maret harga bawang mulai naik ke kisaran Rp 22.000-23.000/kg.
Memasuki pertengahan Maret, harga bawang melonjak tajam ke titik Rp 26.000/kg, kemudian puncaknya terjadi pada 20 Maret 2015, harganya menembus Rp 29.369/kg.
Di Jakarta, harga bawang merah pada 21 Maret 2015 sempat menembus Rp 35.000/kg sedangkan pada 22 Maret kembali ke titik Rp 32.500/kg, pada 22 Mei 2015 harga bawang kembali naik ke titik Rp 35.600/Kg.

(Alfian M)