Untitled-17

KABAR heboh datang dari jagad Antariksa. Orang-orang dari berbagai belahan dunia ketakutan, sekaligus penasaran setelah mendengar apa yang mereka yakini sebagai suara mirip terompet yang terdengar dari langit namun lokasinya tak diketahui.

Oleh : (Yuska Apitya Aji)

DIKETAHUI sejumlah negara di Kanada, Australia, Jerman dan Amerika Serikat mendengar suara tersebut. Bahkan beberapa di antaranya merekam menggunakan kamera ponsel dan mengunggahnya ke YouTube. Salah satu warga yang mendengar suara dari langit tersebut adalah Kimberly Wookey yang merekam suara misterius tersebut dan mengunggahnya ke situs jejaring sosial. “Ini adalah kedua kalinya saya mendengar suara ini. Pertama kalinya terjadi pada 19 Juni 2013 pada pukul antara 9 sampai 9.30 pagi. Tapi tidak cukup interns,” katanya di akun YouTube miliknya, yang dikutip dari Tech in Times,Senin(25/5/2015). Dalam entri lain, tanggal 29 Agustus 2013, Wookey mengaku dibangunkan oleh suara keras, yang diketahui ia telah mendengar sebelumnya. Dia pergi untuk melihat anaknya yang juga ketakutan mendengar suara menggetarkan itu. Wookey menambahkan bahwa dia tidak percaya bahwa peristiwa itu memiliki hubungan dengan agama, atau bahwa geofisika yang bisa dijelaskan dengan pendekatan ilmiah.

Sementara itu Aaron Traylor, warga Montana, mengatakan bahwa telah menderita mimpi buruk setelah ia mengunggah suara menakutkan tersebut. Dia menceritakan bagaimana istrinya membangunkannya satu malam karena ia berteriak dalam tidurnya.
Fenomena suara dari langit yang diyakini seperti campuran suara terompet, logam berdecit, dan mesin pesawat meraung terdengar di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Australia dan Kanada. Bagaimana dengan Indonesia?

Baca Juga :  Peternak Ayam Petelur di Bogor Babak Belur, Harga Telur Pecah

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Prof Thomas Djamaluddin mengatakan, belum tahu apakah fenomena tersebut sudah sampai Indonesia atau belum. “Saya belum bisa memastikan, Lapan sudah pernah melakukan penelitian di Indonesia atau belum. Namun, suara keras misterius dari langit itu bukan sebagai kejadian yang sering terjadi secara terus-menerus,” tuturnya, Senin(25/5/2015).
Thomas mengungkapkan, audio atau suara butuh perambat, sedangkan di luar Bumi tidak ada atmosfer. Sehingga suara misterius itu tidak mungkin datangnya dari luar angkasa karena tidak ada perambat. “Sudah jelas berasal dari Bumi. Jika memang fenomena ini berlangsung dengan sering, bisa dilakukan penelitian mengenai intensitas paling tinggi di daerah mana,” sambungnya.

Walaupun ia sendiri belum bisa menyatakan mengenai penyebab pastinya apa dari Bumi, menurut Thomas, jikalau ada unsur yang memang berasal dari luar angkasa, kemungkinan besar itu adalah benda antariksa seperti komet, asteroid, hingga meteor yang betul-betul jatuh atau menabrak Bumi, bukan berupa audio atau suara.
Hal ini juga diperkuat oleh peneliti Lapan yang lainnya, Jasyanto, bahwa lembaga tersebut memang belum pernah melakukan penelitian mengenai fenomena alam tersebut. “Kami dari Lapan belum pernah meneliti suara-suara misterius dari langit seperti itu. Lingkup kami belum sampai ke sana. Indonesia belum pernah mengalami dan dari kami juga belum pernah meneliti,” kata pria yang juga sebagai Kepala Humas Lapan tersebut.
Dia juga mengaku melakukan kontak referensi Lapan seperti NASA, dan mereka juga mengatakan belum bisa pastikan secara jelas asal suara itu dari mana.
Sementara itu, peneliti dari U.S. Geological Survey, David Hill menuturkan, gempa bumi kecil di bawah permukaan Bumi bisa memancarkan suara yang berasal dari pecahan kerak Bumi.

Baca Juga :  Berurusan Dengan Polres Bogor, Wanita di Bogor Ini Dituduh Gelapkan 2 Unit Mobil Milik Rentenir

Teori lainnya dari analisis program riset pemerintah AS High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) menyatakan suara itu berasal dari pengaruh lini daya listrik, radiasi elektromagnetik, tekanan tinggi gas, dan jalur komunikasi perangkat nirkabel.
Tercatat fenomena suara terompet misterius ini sudah pernah terjadi selama beberapa tahun belakang yaitu sejak 2008 di negara bagian California dan Texas hingga Negeri Kanguru.