183548_751639_tigor_shalom_boboy

JAKARTA, Today – PT Liga I n d o n e s i a membatalkan T u r n a m e n P r a m u s i m yang telah direncanakan untuk digelar mulai akhir Mei hingga Agustus 2015, karena tidak mendapatkan rekomendasi secara langsung oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia. “Liga memutuskan membatalkan Turnamen Pramusim,” kata Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy di Jakarta, Rabu. T i g o r menjelaskan surat permohonan untuk mendapatkan rekomendasi BOPI yang dikirimkan oleh PT Liga Indonesia tidak mendapatkan rekomendasi menggelar turnamen. “Kami telah mendapat surat balasan dari BOPI menjawab surat permohonan kita. BOPI menyarankan PT Liga untuk berkoordinasi dengan tim transisi lebih dahulu. Sampai hari ini rekomendasi belum bisa diberikan oleh BOPI,” ungkap Tigor. Dalam surat balasannya, BOPI mendasarkan pemberian rekomendasi secara langsung untuk PT Liga menggelar Turnamen Pramusim pada surat keputusan Menporan Nomor 01307, terkait pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. BOPI menyarankan pada PT Liga untuk berkoordinasi dengan Tim Transisi untuk mendapatkan persetujuan, setelahnya baru mengajukan kembali permohonan rekomendasi untuk menyelenggarakan Turnamen Pramusim. Mendapat balasan demikian, PT Liga memutuskan untuk membatalkan Turnamen Pramusim dengan alasan ketidakpastian kondisi mengingat waktu kick-off Turnamen Pramusim yang akan digelar akhir Mei 2015. PT Liga sendiri juga sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada klub terkait pembatalan turnamen tersebut. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Liga Indonesia yang digelar pada Rabu (13/5) telah menelurkan keputusan untuk menggelar Turnamen Pramusim yang akan diikuti oleh seluruh klub Indonesia Super League, guna menutupi kekosongan kompetisi. Dalam rapat tersebut seluruh klub dan PSSI telah menyetujui untuk digelarnya Turnamen Pramusim yang rencananya akan diselenggarakan pada Mei-Agustus 2015. Pembatalan turnamen pramusim ini bukan berarti kiamat bagi klubklub Indonesia Super League (ISL). PT Liga Indonesia (LI) mengizinkan dan menyarankan klub menggelar uji coba atau turnamen sendiri. PT LI menyebut, opsi untuk menggelar turnamen sendiri bagi klub adalah solusi, agar klub hidup dan bisa terus berkompetisi. “Memang dari awal opsinya seperti itu, supaya klub dapat pemasukan. Kami kembalikan ke klub masingmasing sekarang maunya bagaimana. Siapa tahu, dengan uji coba atau turnamen sendiri izinnya bisa keluar,” kata Tigor. Menurutnya, alasan masuk PT LI mengelola kompetisi pra musim agar sponsor datang. Selain itu, agar nilai tawar kompetisi menjadi besar karena bisa ditayangkan langsung. Tapi, karena tidak mendapatkan izin, maka opsi awal dikembalikan ke klub diambil. “Kami masuk agar kompetisi ini bisa dapatkan sponsor. Bisa ditayangkan televisi jadi gaungnya bisa seperti ISL. Tapi karena tidak bisa, harus koordinasi dengan tim transisi, ya kami kembalikan lagi ke klub,” tandasnya Seperti diketahui, sebelumnya PT Liga Indonesia telah merilis pembagian grup turnamen pramusim QNB Championship Cup 2015 yang akan dimulai 26 Mei hingga 19 September. Operator kompetisi profesional Indonesia itu pun sudah melakukan koordinasi untuk meminta persetujuan PSSI dan Kepolisian. Kemenpora meminta agar PT Liga melakukan komunikasi terkait turnamen tersebut agar berada di bawah supervisi Tim Transisi. Namun, pihak PT Liga menegaskan hanya akan melakukan koordinasi dengan BOPI untuk meminta rekomendasi dan Kepolisian untuk izin keamanan serta meminta izin dari PSSI. “Kita tidak berkomunikasi dengan Tim Transisi. Kita hanya ke BOPI karena respek dengan UU. Tapi yang utama adalah mendapatkan izin dari PSSI. Tak ada komunikasi dengan Tim Transisi. Kami sudah kirim surat ke pihak Kepolisian. Sebenarnya kami juga sudah berkomunikasi lisan dengan BOPI sejak minggu lalu,” tegas sekretaris umum Tigorshalom Boboy dilansir Goal Indonesia. PSSI pun memastikan untuk merestui turnamen yang digelar secara independen oleh PT Liga tersebut. Turnamen ini pun begitu penting demi menyelamatkan aset sepakbola nasional jelang musim baru Indonesia Super League 2015/16. “Selama itu di bawah PSSI kita tidak masalah, kita tidak ada kekhawatiran itu akan lari atau segala macam. PT Liga Indonesia sudah lama di bawah PSSI dan pasti mereka paham betul soal itu,” beber sekretaris jenderal PSSI, Azwan Karim. BOPI sendiri mengaku telah menerima surat dari PT Liga Indonesia terkait permohonan izin penyelenggaraan turnamen pramusim ISL. Namun, PT Liga diminta untuk lebih dulu berkoordinasi dengan Tim Transisi Kemenpora. “Surat permohonan izin sudah kami terima dari PT Liga. Langsung kami balas hari ini (kemarin,red). Isinya, kami dari BOPI meminta PT Liga berkoordinasi lebih dulu dengan tim transisi,” kata Sekjen BOPI, Heru Nugroho. BOPI pun kata dia, belum bisa memastikan apakah turnamen tersebut mendapatkan izin atau tidak, semua tergantung keputusan Tim Transisi PSSI. “Kalau kami tergantung tim transisi. Belum bisa mengatakan apakah diizinkan atau tidak, semua keputusan ada di tim transisi, baru koordinasi lagi dengan BOPI.” jelas dia. Menpora Imam Nahrawi pun mengatakan tidak mempermasalahkan rencana PT Liga untuk memutar turnamen tersebut, asalkan harus berada di bawah suvervisi tim transisi. “Yang penting harus berada di bawah suvervisi tim transisi,” tegas Imam.

Baca Juga :  Gibas Sukses Gelar Pertandingan Muaythai, Wakil Walikota : Ganti Tauran Dengan Prestasi

(Imam/net)