A1---150615-BogorTodayJAKARTA, TODAY — Pemban­gunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek, dipastikan akan dimulai sesuai rencana. Detil en­ginering disainnya sudah ram­pung September mendatang.

Proyek prestisius ini akan digarap PT Adhi Karya (Per­sero). Kereta ringan atau LRT Jabodetabek akan mencakup 6 rute (trase).

Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Ki Syah­golang Permata menuturkan, keenam trase tersebut sudah tercantum di dalam Rencana Umum Jaringan Jalur Kereta Api pada kawasan Jabodetabek tahun 2014-2030 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 54 tahun 2013.

“Penugasan tersebut adalah pembangunan transportasi massal LRT dengan trase Cawang–Cibubur, Cawang–Kuningan–Dukuh Atas, Cawang–Bekasi Timur, Dukuh Atas–Palmerah Senayan, Cibubur–Bogor, dan Palmerah–Grogol,” tutur Syahgolang dalam jumpa pers di kan­tornya, Minggu (14/6/2015).

Ia juga menjelaskan, jalur dan stasiun LRT akan menggunakan tepi jalan tol yang telah mendapatkan izin prinsip dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor TN.13.03 – Mn/408 tanggal 19 Mei 2015. Model pembangunannya adalah elevated dengan ketinggian antara 9- 12 meter di atas permukaan tanah dengan menggunakan system konstruksi precast. Precast akan diproduksi oleh anak perusa­haan yaitu PT Adhi Persada Beton (APB).

“Elevated System tersebut tidak meng­ganggu ketentuan ruang terbuka hijau, dengan tetap berfungsi sebagai ruang hijau (bertanaman),” tambahnya.

Menurut rencana, dari keenam trase tersebut pembangunannya akan dibagi menjadi 3 tahap. Pembangunan LRT ta­hap I akan menghubungkan Bekasi Timur-Cawang–Kuningan–Dukuh Atas, Cibubur-Cawang yang dimulai dibangun Agustus 2015. Sedangkan pembangunan tahap II menghubungkan jalur Cibubur–Bogor, Du­kuh Atas–Palmerah–Senayan dan tahap III jalur Palmerah-Grogol.

Baca Juga :  Perlu Diketahui, Ini Dia Gejala Panas Dalam Menurut Medis

Sementara itu detail design pemban­gunan tahap I sedang dilaksanakan dan diharapkan selesai pada akhir Juli 2015 dan roses financial diharapkan tuntas pada minggu pertama bulan Agustus 2015. Adapun untuk tahap II dan III akan disele­saikan baik dari segi detail design dan fi­nancial pada September 2015.

Pembangunan kereta ringan atau LRT Jabodetabek akan mulai 17 Agustus 2015. Proyek yang digarap PT Adhi Karya (Per­sero) tersebut akan menghubungkan be­berapa wilayah penting dan kerap terjadi kemacetan di Jabodetabek.

Adhi Karya sudah menyiapkan investa­si besar untuk membangun proyek ini. Salah satunya adalah siap menggelontor­kan dana segar hingga Rp 2,7 triliun.

Ki Syahgolang Permata mengungkapkan, dana tersebut didapat dari PMN atau Peny­ertaan Modal Negara ke Adhi Karya Rp 1,4 triliun di 2015 dan penambahan modal dari publik Rp 1,345 triliun. “Sehingga perseroan akan mendapatkan tambahan modal selu­ruhnya sebesar Rp 2,745 triliun,” katanya.

Ia mengatakan, penambahan modal dari publik akan dilakukan melalui rights issue. Ia menegaskan seluruh dana tam­bahan tersebut akan digelontorkan untuk membangun LRT. “Dana tambahan terse­but sesuai rencananya akan digunakan untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi kemacetan lalu lintas khususnya di DKI Jakarta dan daerah-dae­rah penyangganya,’’ ka6anya.

Untuk hal tersebut, ADHI akan mendapatkan penugasan dari Pemerintah melalui penerbitan Peraturan Presiden yang saat ini sudah tahap akhir penyelesa­ian dan akan segera diterbitkan.

Baca Juga :  Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Menghadiri Peluncuran Sepeda Listrik

Untuk tahap I pembangunan LRT yang menghubungkan Bekasi Timur-Cawang–Kuningan–Dukuh Atas, Cibubur-Cawang, ia menghitung total investasi yang diper­lukan \Rp 12,56 triliun. Rinciannya ekuitas tahap I memerlukan Rp 3,77 triliun (30% dari porsi pembangunan), direncanakan dari rights issue 2015 Rp 2,09 triliun dan sisanya sebesar Rp 1,68 triliun akan didanai dari se­bagian pengajuan PMN 2016 dan/atau dengan partner BUMN lain. “Progres saat ini perizinan sedang dalam proses baik oleh Kemen­terian Perhubungan, Ke­menterian PUPERA maupun Pemda sebagaimana diama­nahkan dalam Perpres. Di­harapkan konstruksi dapat dilakukan mulai tanggal 17 Agustus 2015,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan trak LRT yang bakal digunakan adalah jenis narrow gauge dengan lebar 1067 mm sep­erti track yang umum digu­nakan kereta api di Indone­sia. Sedangkan untuk rolling stock menggunakan power 750 V DC seperti yang digunakan kereta commuter line KAI. “Sedangkan untuk kapasitas angkut kereta diharapkan bisa me­nampung 400 orang per train set (3 car/ger­bong). Sehingga kapasitas angkut 816.000 orang per hari dengan headway minimal 2 menit pada saat peak hour,” tuturnya.

Perkembangan proyek ini sekarang sudah sampai proses perizinan di Ke­menterian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), maupun Pemda sebagaimana dia­manahkan dalam Perpres. “Diharapkan konstruksi dapat dilakukan mulai tanggal 17 Agustus 2015. Detil desain sedang dilak­sanakan, diharapkan selesai pada akhir Juli 2015,” ujarnya.

(Yuska Apitya Aji)