alfian mujaniDISETIAP bidang ke­hidupan ada orang yang disebut tokoh. Mereka ditokohkan karena dianggap paling menguasai bi­dangnya dan dengan bidang yang dikua­sainya itu dia memberi manfaat atau berkah bagi orang banyak. Dia menjadi kiblat dan tempat bertanya.

Para tokoh di satu bidang biasanya saling mengenal. Namun mereka sering tidak menge­nal tokoh besar di luar bidangnya. Tokoh pengu­saha banyak yang tidak mengenal tokoh pendidikan. Demikian pula sebaliknya.

Tokoh birokrasi banyak yang tidak kenal tokoh batu akik, demikian juga sebaliknya. Setiap tokoh menjadi individu mulia di bidangnya masing-masing, tapi tidak di bidang yang lain.

Seorang tokoh pengusaha media seka­liber Dahlan Iskan pernah ditegur Satpam Grand Preanger Bandung gara-gara Satpam itu tak kenal Dahlan dan kebiasaannya me­nenteng tas kresek.

Seorang profesor diben­tak-bentak oleh Satpam sebuah supermarket karena Satpam itu tidak tahu bahwa yang dibentak adalah seorang tokoh pendidikan. Kalau kejadian ini menimpa Anda, tak perlu galau. Percayalah bahwa tingkat ketokohan Anda tak akan luntur gara-gara disepelekan oleh orang yang tak kenal Anda. (*)