untung-usmar-okKETUA DPRD Kota Bogor Untung Wahyudi Maryono, lagi-lagi pasang badan untuk membekingi nasib kolega lamanya, Usmar Hariman, yang kini menjabat Wakil Walikota Bogor. Usmar disoal Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) lantaran mengintervensi lelang konstruksi di Unit Lelang Pengadaan (ULP) Pokja V.

RIZKY DEWANTARA|YUSKA APITYA
[email protected]

Politikus PDIP itu sengaja mengulur-ulur agenda rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Bogor. Padahal, hampir seluruh anggota dewan di Bamus sudah berkumpul untuk mambahas kelanjutan audiensi antara dewan dengan FOBB, Jumat (19/6/2015). “Memang kenapa, rapat mau digelar pukul berapa pun, apa hubunganya dengan Anda,” kata Untung, saat ditanya BOGOR TODAY.

Buntut sikap Untung Maryono itulah, rapat Bamus batal alias deadlock. Rapat sebelumnya diagendakan pukul 13:30, namun pertemuan penting ini gagal lantaran Untung datang ngaret. Bekas Calon Wakil Walikota Bogor itu malah datang sekitar pukul 14:00.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Sopyan Ali Agam, mengaku, kecewa dengan sikap relasinya itu. Politikus Gerindra ini kesal lantaran hingga pukul 15:00, rapat tak kunjung dimulai. “Rapat dibatalkan karena beberapa anggota kesal, lantaran belum mulai-mulai. Akhirnya diagendakan rapat pada hari Senin,” akunya.

Baca Juga :  Penemuan Bayi di Pinggir Jembatan Cengkareng, Ini Dia Kronologinya

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, mengatakan, gagalnya rapat ini karena tidak masuk dalam penjadwalan agenda dewan. Politikus Golkar ini juga ikut-ikutan membela diri. Ia mengatakan, rapat sebaiknya diundur Senin pekan depan.

Pun membela diri, Heri mengakui jika sikap yang dilaukan Usmar Hariman harus disikapi dengan tegas oleh DPRD Kota Bogor. “Oh, iya kita akan tentukan sikap. Kita tidak masuk angin. Kita akan panggil Usmar Hariman terkait kasus itu. Ini harus dituntaskan agar tidak menganggu stabilitas pembangunan Kota Bogor,” kata anak emas Idrus Marham (Sekjen DPP Golkar) itu.

Molornya rapat penentuan nasib Usmar Hariman ini membuat Koordinator Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB), Bennignu Argoebie, kesal. Menurutnya, DPRD Kota Bogor lambat dan sengaja mengulur-ulur waktu.

“Saya curiga ada main mata antara sejumlah anggota dewan dengan Usmar Hariman. Saya ingin kasus ini clear sesuai dengan prosedur hukum,” kata dia.

Benni-sapaan akrabnya, mengatakan, pihaknya akan memantau perkembangan tindak lanjut yang dilakukan DPRD Kota Bogor terhadap Usmar Hariman. “Saya menginginkan Usmar ditindak tegas. Saya sudah usulkan Bogor sebaiknya tanpa wawakil,” kata dia.

Baca Juga :  8 Tol Baru Akan Siap Beroperasi Pada Natal dan Tahun Baru 2022

FOBB menilai, ada penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Usmar Hariman. Mereka menilai, Usmar telah mengangkangi Perpres No. 54 Tahun 2010 dan Perpres No. 70 Tahun 2012 Tentang Pengadaan dan Jasa, serta mengacuhkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Dalam instruksinya itu, Mendagri meminta agar pemerintah daerah harus mengutamakan pengusaha lokal. Namun, faktanya tidak begitu. Bennignu Cs juga menyoal penyimpangan penggunaan ruang kerja wakil walikota sebagai arena untuk klarifikasi ulang lelang. Padahal, dalam juklak dan juknis lelang, segala urusan pengadaan diselenggarakan di Kantor Pokja ULP.

“Kami punya dua alat bukti, pertama saksi lebih dari dua orang dan bukti dalam bentuk tulisan dari Usmar Hariman,” kata Benni.

Soal gaduh lelang ini, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, mengakui ada miss komunikasi antara kontraktor dengan Pemkot. “Ini harus dijadikan pelajaran bersama. Jangan sampai ada seperti ini lagi. Kami harus akui, ini ada kesalahan,” kata dia. (*)