Untitled-17TANGERANG, TODAY – Menteri Perdagan­gan Rachmat Gobel menggap wajar harga dag­ing sapi di Jakarta bertahan tinggi di atas Rp 100.000/Kg.

“Harga 2 tahun bertahan di atas Rp 100.000 saya rasa masih wajar. Tahun lalu kan kita beli dengan kurs dolar Rp 10.000, saat ini kita beli dengan kurs Rp 13.000, Saya rasa itu masih nor­mal,” kata Gobel di lokasi tempat penggemukan sapi di PT Tan­jung Unggul Mandiri (TUM), Jalan Raya Tanjung Burung, Teluk Naga, Tangerang, Banten, Minggu (21/6/2015)

Ia mengatakan saat ini stok sapi siap potong secara nasional mencapai 279.000 ekor khususnya dari pasokan impor. Jumlah ini cukup aman untuk memenuhi pasokan daging saat Idul Fitri hingga Idul Adha.

Baca Juga :  Siswi SMA di Lahat Diperkosa 3 Temannya

“Stok nasional 279.000 ekor saya rasa akan cukup sampai lebaran haji. Pasokan akan lebih dari cukup. Sudah dikeluarkan izinnya untuk itu,” kata Gobel.

Di tempat yang sama Dirjen Perda­gangan Dalam Negeri Srie Agustina men­gatakan harga rata-rata nasional dag­ing sapi secara nasional mencapai Rp 104.000/Kg. Harga ini sudah turun dari harga rata-rata nasional pada 17 Juni 2015 yang sempat mencapai Rp 107.000/kg/

“Itu relatif sedikit, harapannya harga bisa turun ke Rp 97.500,” katanya.

Baca Juga :  Perempuan Pengemudi Mobil Tabrak Beberapa Motor Di Sunter Diduga Gegara Mabuk Dan Bertengkar Sama Pacar

Srie menambahkan pemerintah saat ini sedang menghitung dan menetapkan batas harga daging sapi yang wajar saat ini.

“Rencana penentuan batasan harga kita sedang atur peraturan menterinya. Nanti juga akan dibentuk tim ketersedi­aan dan stabilisasi kebutuhan nasional untuk jaga harga dan ketersediaan kebu­tuhan pokok,” katanya.

Selama ini, pemerintah punya pa­tokan harga normal untuk daging sapi, pada 2013 patokan harga normal daging sapi maksimal Rp 76.000/Kg, setahun kemudian direvisi menjadi maksimal Rp 85.000/Kg di tingkat pedagang.

(Alfian mujani)