Untitled-13KOTA Bogor banyak sekali menyimpan sejarah kuno dari sejarah, peninggalan bangunan, artefak kuno dan salah satunya bangunan masjid yang berusia ratusan tahun.

GUNTUR EKO WICAKSONO

[email protected]

Masjid Al Mustofa yang ber­lokasi di Jalan Ciremai Ujung, Kampung Bantar Jati Kaum, RT 04 RW 10 Kelurahan Bantarjati, Ke­camatan Bogor Utara. Masjid tersebut terbilang tertua di Kota Bogor karena di bangun pada 1728.

Mukti Natsir (43), penjaga masjid yang juga merupakan keturunan ke-5 dari Tubagus Al Mustofa Bakrie, men­gatakan Masjid Al Mustofa di bangun penyebar agama Islam yang berasal dari Banten, yakni Tubagus Al Mustofa Bakrie dan Raden Dita Manggala dari Cirebon.

Kemudian masjid ini awalnya han­ya seluas 11 x 35 meter. “Masjid ini awalnya dibangun menggunakan batu kali sebagai fondasinya. Tempat wudhu­nya dibuat seperti kolam dan airnya dari sumber air yang belum pernah kering,” bebernya

Baca Juga :  HIKMAH KASUS HOLYWINGS

Selain kolam wudhu, awalnya fon­dasi masjid masih menggunakan lima kayu jati, namun sekarang sudah banyak dilakukan pemugaran. Luas bangunan­nya pun sudah diperbesar menjadi 15 x 50 meter.

Selain bangunannya, ternyata mesjid ini juga menyimpan peninggalan sejaran lain, yakni Al Quran serta naskah khotbah salat Jumat yang ditulis tangan. Keduanya dibuat oleh Tubagus Al Mustofa Bakrie.

Al Quran dan naskah khotbah salat Jumat ini kondisinya masih terawat dan disimpan disebuah kotak kaca.

“Al Quran dan naskah khotbah Jumat ini dulu dimiliki oleh orang lain, tapi sekarang sudah dikembalikan dan disim­pan di masjid,” ungkapnya

Baca Juga :  Mengayuh Sejarah Becak di Indonesia

Mukti bercerita, masjid tertua ini sudah banyak dikunjungi berbagai wisatawan, baik dari dalam maupun mancanegara.

Pada 2012 mesjid ini kedatangan tamu dari negara Yaman, Timur Tengah. Saat itu, tamu tersebut merasa terharu dan senang bisa mengunjungi mesjid tertua ini.

“Tamu dari Yaman bilang bahwa saat memasuki mesjid, ia merasa tenang. Lalu sambil menempelkan wajah ke tem­bok masjid,” ungkapnya.

Mesjid yang sudah diresmikan oleh Pemerintah Kota Bogor sebagai cagar budaya pada tahun 2010 ini masih ser­ing melakukan macam-macam kegiatan keagamaan seperti tadarus, pengajian, dan masih banyak kegiatan keagamaan lainnya. (*)