1291590LAGA kedua perempat final Jumat ini menghad­irkan kesebelasan Bolivia menantang sang finalis juara ke-3 tahun 2011, Peru yang berlangsung di Stadion German Becker, Temuco (Chili). Dua run­ner-up di grup masing-masing di Copa America, dua negara yang menjadi kuda hitam di turnamen ini. Dua tim yang mengincar semi final edisi ke-44.

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Dari ajang babak perem­pat final Copa Amerika 2015 dipastikan akan selalu menghadirkan laga big match. Begitu juga per­temuan Bolivia yang akan sal­ing senggol dengan Peru untuk mengincar tiket ke babak semi final Copa Amerika 2015.

Pertandingan ini tak ubahn­ya seperti panggung bagi Bo­livia maupun Peru yang di­anggap sebagai kuda hitam di turnamen yang saat ini di gelar di Chile. Bolivia sendiri berha­sil mengamankan satu tempat di babak perempat final Copa Amerika 2015 karena mampu menjadi runner up di group A di bawah tuan rumah Chile. Sedangkan Peru juga berhasil duduk di peringkat 2 di group C di bawah Brasil.

Bolivia akan menghadapi Peru dengan diwarnai masalah di lini belakangnya. Mengingat skuat besutan Mauricio Soria selama babak penyisihan group sudah kebobolan tujuh gol dan cuma memasukan tiga gol. Jelas ini mengindikasikan ada lubang masalah di kubu Bolivia yang har­us segera dibenahi jelang laga ini.

Baca Juga :  Kadispora Kabupaten Bogor Apresiasi Blended Exhibition Pemuda Berdaya

Sebagai finalis turnamen di kandang sendiri tahun 1997, tim Hijau ini tidak pernah memenangkan satu pertandin­gan di Copa setelahnya. Juga ke­tika bertanding di luar kandan­gnya di Ibukota La Paz di lebih dari 20 tahun. Jadi banyak yang memprediksi anak asuh Mau­ricio Soria akan pulang lebih cepat. Namun nyatanya berha­sil membalikkan prediksi terse­but. Bermain imbang 0-0 dii­kuti oleh kemenangan 3-2 atas Ekuador, yang menjamin ke 8 besar. Dalam laga terakhir, tim ini dipermalukan tuan rumah Chile dengan skor telak 5-0.

Tapi fakta tim telah maju ke babak knock out memberi dorongan kepercayaan untuk semua skuad, terutama striker Marcelo Martins, dimana dirin­ya mandul selama dua tahun akhirnya bisa pecah telur mela­wan Ekuador.

Sebagai runner up di grup bersama Brazil dan Kolombia, bisa dianggap keberhasilan bagi Peru. Kalah 2-1 lawan Bra­sil di menit injury time, serta bermain imbang 0-0 dengan Kolombia. kemenangan 1-0 atas Venezuela lewat Claudio Pizar­ro adalah kunci tim ini lolos ke delapan besar.

Mencapai Perempat final bukan hal yang baru bagi Peru, karena dalam delapan Copa America terakhir, tim ini lolos 7 kali. Empat tahun lalu, Peru mencapai semi final sebelum dikalahkan juara Uruguay. Dan menjadi peringkat ketiga setelah mengalahkan 4-1 Venezuela, Peru terakhir juara tahun 1975.

Baca Juga :  Bima Arya Dukung Pembinaan Bibit Atlet Inline Skate di Kota Bogor

Paolo Guerrero adalah pahl­awan empat tahun lalu, yang menjadi pencetak gol terban­yak dengan lima gol termasuk hat-trick melawan Venezuela.Tahun ini banyak yang meng­harapkan dari mantan Bayern Munich ini, yang belum juga pecah telur di copa tahun ini.

Dari kabar pemain Guerrero memang belum mencetak gol sejak November lalu, tapi akan tetap dipertahankan oleh Ricar­do Gareca di starting 11, dan akan didutkan striker gaek, Pizarrro. Sementara itu, anak asuh Soria yang mengistirahatkan pemain inti kala dibantai Chile, akan kembali mempercayakan pe­main utamanya seperti Miguel Hurtado, Edward Zenteno, Dan­ny Bejarano dan Damian Lizio kembali ke line up 11.

Sedangkan Peru mampu tampil lebik baik selama babak penyisihan group karena cuma kebobolan 2 gol dan juga di im­bangi dengan mencetak 2 gol ke gawang lawan. Dengan fakta ini nampaknya Peru lebih di jagokan untuk keluar sebagai pemenang di laga ini.