Untitled-8

PANGLIMA TNI Jenderal Moeldoko akan segera memasuki masa pensiun. Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanudin meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menyerahkan nama calon panglima TNI kepada DPR untuk uji kepatutan dan kelayakan

RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Dia menyebut ada tiga nama yang berpelu­ang menjadi kandidat pengganti Moeldoko. Mereka adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAU Marsekal Agus Supriyatna, dan KSAL Laksamana Ade Supandi. “Tiga nama itu karena sesuai UU no 34 tahun 2004 tentang TNI,” kata Hasanudin di Nusantara II, komplek parlemen, Senayan, Kamis (4/6/2016).

Menurutnya, dalam undang-un­dang tersebut ada peraturan yang mengatur Calon Panglima TNI be­rasal dari perwira tinggi aktif dari setiap angkatan dengan jabatan Kepala Staf. “Dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat se­bagai Kepala Staf Angkatan,” sebut purnawirawan TNI bintang dua itu.

Menurutnya, hal ini adalah klausul bergilir yang biasanya di­jalani dalam pemilihan Panglima TNI. Jika sebelum Jenderal Moel­doko, Panglima TNI berasal dari matra Angkatan Laut. Maka Pangli­ma TNI selanjutnya mesti berasal dari TNI Angkatan Udara. “Secara klausal seperti itu. Klausal ber­gilir,” tuturnya.

Lantas, bagaimana jika Presiden Joko Widodo memilih Panglima TNI berikutnya bukan dari TNI AU? Ia menilai hal tersebut tak men­jadi masalah karena merupakan hak prerogatif presiden. “Enggak masalah. Itu hak prerogatif Pres­iden. Cuma harusnya ya klausal ber­gilir itu yang digunakan,” sebutnya.

Kemudian, mengingat masa Moeldoko yang akan memasuki pensiun mulai 1 Agustus men­datang, sebaiknya Jokowi diminta untuk segara men­gusung nama calon. Apal­agi mengingat DPR juga akan memasuki masa reses sidang ke IV tahun 2014-2015. “Faktanya 10 Juli kita akan reses sampai Agustus. Sementara Moeldoko pensiun per 1 Agustus. Sebelum reses harusnya sudah ada fit and proper test,” ujar politisi PDIP itu. (/net)